Ndarboy Genk Bakal Tampil di GSI Youth Fest Solo 8 November
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
Kepala SMKN 1 Tempel Sleman, Nunung Sulastri dan Kepala Cabang Alfamart, Sudarman Muhammad usai menandatangani kerjasama pendidikan ritel di SMKN 1 Tempel Sleman, Sabtu (29/10/2016). (Foto Istimewa)
Program Alfamart Class meningkatkan kompetensi lulusan SMK
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebagai perusahaan yang hadir di tengah masyarakat, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan. Salah satunya melalui program pendidikan ritel bagi siswa SMK, Alfamart Class.
Branch Manager Alfamart Sudarman Muhammad mengatakan, untuk wilayah Sleman, program tersebut direalisasikan di SMKN 1 Tempel. Penandatanganan kerjasama dan peresmiannya dilaksanakan pada Sabtu (29/10/2016) lalu di Laboratorium Ritel SMKN 1 Tempel.
"Kami bekerja sama dengan SMK yang memiliki jurusan bisnis atau manajemen pemasaran," kata Sudarman melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (31/10/2016).
Dia menjelaskan, pihaknya melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa. Selain itu, perusahaan juga menghibahkan Laboratorium Ritel sebagai media praktik belajar siswa di sekolah. Program tersebut, katanya, berjalan sejak 2011 lalu.
"Kami berharap dapat menciptakan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi, terampil, dan siap bekerja di lingkungan perusahaan. Khususnya di industri ritel, dengan berbagai kompetensi yang telah dimiliki,” ujarnya.
Bersambung halaman 2
Sudarman menambahkan, Alfamart Class merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif.
“Kebutuhan tenaga kerja di industri ritel terbilang besar. Setiap tahunnya, tim operasional Alfamart banyak menerima lulusan dari jenjang pendidikan SMA/SMK,” paparnya.
Oleh karena itu, sambungnya, program ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi berbagai pihak. Di satu sisi, pihaknya membantu menyediakan lapangan kerja bagi lulusan SMK, di sisi lain juga mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan.
Menurut Sudarman, lulusan SMK yang mengikuti program Alfamart Class dapat langsung bekerja di Alfamart. Selain itu, berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, lulusan Alfamart Class juga bisa membuka usaha ritel secara mandiri.
“Kami membekali siswa dengan berbagai kompetensi seperti pengetahuan produk, transaksi dan administrasi penjualan, persediaan produk, prosedur kerja, kerja sama tim, hingga pelayanan pelanggan,” terangnya.
Bersambung halaman 3
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tempel, Sleman, Nunung Sulastri menyambut baik kerjasama program ini.
Menurutnya, sinkronisasi kurikulum pendidikan di jenjang SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri sangat diperlukan untuk hasilkan lulusan yang kompeten sesuai keahliannya.
Saat ini, program pendidikan ritel Alfamart Class telah diimplementasikan di 118 SMK yang tersebar di 67 wilayah di Indonesia. Sampai akhir 2016, perusahaan berharap program ini dapat diimplementasikan di 145 SMK di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.