Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi pencuri (Youtube.com)
Pencurian Sleman terungkap setelah diselidiki selama sebulan.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Seorang tersangka kasus pencurian bernama Deni Setiawan, warga penyewa di daerah Sumbersari, Moyudan, Sleman berhasil ditangkap petugas. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan selama satu bulan.
Kapolsek Moyudan AKP Masnoto, mengutarakan penangkapan tersangka ini bermula dari sebuah laporan warga yang melaporkan kehilangan sebuah sepeda bermerk Polygon pada, Minggu (13/11/2016) malam. Korban atas nama Harde Triyogo, warga Nglahar, Sumbersari, Moyudan, melapor setelah sepeda milik anaknya yang terparkir di depan rumah tersebut lenyap digondol pencuri.
Pencuri tersebut mencuri sepeda dalam waktu yang cukup singkat, saat putra korban menaruh sepeda Polygon Sierra warna ungu tersebut di teras rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Saat korban hendak memasukkan sepeda, sepeda tersebut sudah tidak ada di lokasi kejadian.
Awalnya, korban tidak ingin langsung melapor, tetapi karena sebelumnya ada beberapa warga yang juga kehilangan, akhirnya kasus ini dilaporkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.
Enam kebakaran terjadi di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu, 6 September 2026. Mayoritas dipicu bakar sampah yang merembet.