Banhubda Kepri Ajak Perantauan Jaga Identitas Melayu di Era Digital

Media Digital
Media Digital Senin, 07 September 2026 19:32 WIB
Banhubda Kepri Ajak Perantauan Jaga Identitas Melayu di Era Digital

Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja./Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Banhubda Kepri) mengajak masyarakat Kepulauan Riau yang berada di Jogja untuk meningkatkan kecakapan menggunakan media digital sekaligus tetap menjaga wawasan kebangsaan dan identitas budaya Melayu.

Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Penguatan Literasi Wawasan Kebangsaan di Era Digital bagi masyarakat Kepulauan Riau di The Malioboro Hotel & Conference Center, Jogja, Sabtu (5/9).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Forum Konsultasi Publik (FKP) tersebut diikuti keluarga masyarakat, mahasiswa, dan generasi muda Kepri yang berada di Jogja. Tari Persembahan dari Sanggar Srindit membuka kegiatan sekaligus menghadirkan nuansa Melayu dalam pertemuan tersebut.

Ketua Umum Keluarga Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau Yogyakarta (KMPKRY) Mohamad Yaakub, Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta (IPMKR-Y) Muhammad Akbar Perdana Putra, serta Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Sih Utami, S.IP., M.M. yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Daerah Istimewa Yogyakarta, turut memberikan sambutan.

Kepala Banhubda Kepri Sentot Faisal, S.IP., M.M. mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkokoh rasa cinta tanah air, menjaga nilai-nilai kebangsaan, sekaligus meningkatkan kecakapan digital masyarakat Kepri di perantauan.

Menurutnya, derasnya arus informasi digital membuat masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah informasi. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan jati diri bangsa dan budaya Melayu.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, kita dituntut untuk cerdas, bijak, dan adaptif tanpa mengesampingkan jati diri bangsa serta budaya Melayu yang kita junjung tinggi,” ujar Sentot.

Masyarakat Kepri Diminta Jaga Nama Daerah

Sentot juga mengingatkan masyarakat Kepri di Jogja untuk menjaga nama baik daerah asal selama berada di perantauan. Dia mengambil contoh semangat “Jaga Warga, Jaga Jakarta” yang diterapkan di DKI Jakarta.

Menurutnya, semangat tersebut dapat diadaptasi masyarakat Kepri di Jogja melalui sikap saling menjaga, membangun kerukunan, serta mempertahankan hubungan baik dengan lingkungan tempat tinggal.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat Kepri di Yogyakarta hendaknya dapat menyesuaikan diri dengan baik sekaligus menjaga nama baik Kepulauan Riau,” pesannya.

Dalam kegiatan tersebut, Sentot sekaligus memperkenalkan Permata Kepri. Fitur pendataan daring tersebut ditujukan bagi masyarakat perantau asal Kepulauan Riau yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Sentot, pendataan yang akurat dapat memudahkan pemerintah daerah membangun komunikasi dengan masyarakat Kepri di perantauan. Data tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi sekaligus mendukung pelayanan pemerintah daerah.

Ia mengajak masyarakat dan mahasiswa Kepri di Jogja untuk berpartisipasi mengisi data melalui Permata Kepri. Informasi mengenai pendataan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan kerabat asal Kepri lainnya.

Wawasan Kebangsaan di Tengah Arus Informasi

Penguatan wawasan kebangsaan dalam sosialisasi tersebut dibahas dari tiga sudut pandang. Materinya mencakup tantangan kebangsaan di tengah derasnya arus informasi, penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya menjaga toleransi ketika bermedia sosial.

Materi pertama disampaikan Sih Utami, S.IP., M.M. yang membahas tantangan wawasan kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan informasi. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi, serta menurunnya kualitas dialog menjadi sejumlah persoalan yang perlu dihadapi dengan kemampuan memilih dan memeriksa informasi.

Selanjutnya, Maheswara Utama BPIP RI sekaligus Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM Hendro Muhaimin, M.A. mengajak peserta melihat wawasan kebangsaan sebagai nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta tidak ikut memperbesar konflik di ruang digital menjadi bagian dari penerapan nilai wawasan kebangsaan tersebut.

Hendro juga menyoroti posisi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan sekaligus perbatasan yang menjadi halaman depan Indonesia. Masyarakat Kepri di Jogja dinilai dapat mengambil peran sebagai jembatan budaya dan kebangsaan serta memperkenalkan identitas daerah secara positif.

Sementara itu, Dr. Venny Hidayat, M.Psi., Psikolog dari Mitra Optima Talenta Jogja membahas pentingnya membangun sikap toleran ketika bermedia sosial. Perbedaan pandangan, gagasan, pendapat, maupun keyakinan perlu disikapi dengan saling menghargai dan menghormati.

Perkuat Hubungan dengan Daerah Asal

Sesi diskusi diisi dengan beragam pertanyaan dan tanggapan peserta. Selain memperluas pemahaman mengenai wawasan kebangsaan dan literasi digital, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat dan mahasiswa Kepri di Jogja.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat perantauan dengan daerah asal. Kehadiran masyarakat Kepri di berbagai daerah menjadi salah satu alasan pentingnya komunikasi dan pendataan yang baik oleh pemerintah daerah.

Sosialisasi di Jogja melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar Banhubda Kepri di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, pada 6 Juni 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Banhubda Kepri terus memperluas jangkauan pelayanan dan menjaga komunikasi dengan masyarakat Kepulauan Riau yang berada di berbagai daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online