Malioboro Jadi Full Pedestrian, GIPI DIY Minta Solusi Jelas
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Sejumlah calon penumpang antre di konter lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan penghentian sementara operasional penerbangan, sebagai langkah mitigasi menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P.
Harianjogja.com, JOGJA— Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) DIY karena berpotensi memengaruhi perjalanan wisatawan menuju Jogja.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto mengatakan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat erupsi turut berdampak pada wisatawan yang hendak berkunjung ke Jogja melalui jalur udara.
Sejumlah penerbangan mengalami penundaan maupun pembatalan sehingga sebagian wisatawan terpaksa menunda perjalanan. Meski demikian, Eling menilai dampak terhadap kunjungan wisatawan ke DIY sejauh ini belum terlalu signifikan.
"Mungkin terpending karena ada beberapa penerbangan yang didelay pasti ya sedikit ada ini lah, mungkin menurun meskipun mungkin ke beberapa hari ke depan juga meningkat lagi," ujarnya, Senin (7/9/2026).
Dispar DIY Pantau Pergerakan Abu Vulkanik
Untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Dispar DIY terus berkoordinasi dengan Angkasa Pura dan pihak terkait untuk memantau perkembangan penerbangan.
Informasi mengenai penerbangan yang mengalami penundaan atau pembatalan serta kebijakan penutupan bandara kemudian disampaikan kepada pelaku usaha pariwisata, termasuk sektor perhotelan. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha dapat melakukan antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kunjungan wisatawan.
Dispar DIY juga memantau arah pergerakan abu vulkanik melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Pariwisata.
Eling mengatakan berdasarkan informasi hingga Senin siang, abu vulkanik yang sebelumnya diperkirakan mengarah ke Jogja berdasarkan pantauan satelit belum memberikan dampak yang signifikan.
"Sepertinya tidak terlalu berdampak [ke Jogja] dan semoga ya tidak. Semakin membaik lah, tidak tidak mengarah ke Jogja karena itu kan faktor alam," ujarnya.
Belum Banyak Pembatalan Wisatawan
Eling mengatakan hingga saat ini belum banyak laporan mengenai pembatalan maupun penjadwalan ulang perjalanan wisatawan ke DIY sebagai dampak gangguan penerbangan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap kunjungan wisatawan ke Jogja belum terlalu terasa. Salah satu faktornya adalah wisatawan masih memiliki pilihan transportasi lain untuk menuju DIY.
"Karena kan di DIY tidak hanya penerbangan saja, wisatawan-wisatawan yang mungkin melalui jalur darat, dengan mobil pribadi kan tetap tetap bisa ke Jogja," lanjutnya.
Dengan adanya alternatif perjalanan melalui jalur darat, gangguan penerbangan tidak serta-merta menghentikan mobilitas wisatawan menuju Jogja. Dispar DIY tetap memantau perkembangan kondisi penerbangan dan sebaran abu vulkanik untuk melihat kemungkinan perubahan situasi dalam beberapa hari ke depan.
KAI Siapkan Kereta Tambahan Jogja-Jakarta
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta masih mengoperasikan kereta api (KA) tambahan pada Senin (7/9/2026). Perjalanan tersebut menjadi salah satu alternatif mobilitas masyarakat di tengah penutupan sementara Bandara Soetta akibat sebaran abu vulkanik di wilayah Jabodetabek.
KA Tambahan Yogyakarta-Gambir relasi Yogyakarta–Gambir dengan jadwal keberangkatan pukul 18.20 WIB dari Stasiun Yogyakarta masih dijalankan pada hari yang sama.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan KA Tambahan Yogyakarta-Gambir tersebut terdiri dari tujuh kereta eksekutif Stainless Steel.
"Penambahan perjalanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan maupun aktivitasnya, khususnya menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya ataupun sebaliknya," ujarnya, Senin (7/9/2026).
Menurut Feni, pengoperasian perjalanan kereta api tambahan tersebut menjadi bentuk kesiapan KAI dalam menyediakan alternatif mobilitas bagi masyarakat ketika kondisi alam menghambat perjalanan udara.
Perjalanan kereta api dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang perlu tetap melakukan perjalanan menuju Jakarta dan sekitarnya maupun sebaliknya selama kondisi penerbangan masih terdampak sebaran abu vulkanik.
"Pelanggan juga diimbau untuk mematuhi arahan petugas selama berada di stasiun maupun di atas kereta api. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau iritasi, pelanggan diimbau segera menghubungi petugas KAI untuk mendapatkan bantuan," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026 melawan Nepal dan Jepang lengkap dengan jam pertandingan dan venue.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana