Puluhan Siswa di Turi Dilarikan ke Puskesmas Seusai Santap MBG, Mual dan Muntah

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Senin, 07 September 2026 17:17 WIB
Puluhan Siswa di Turi Dilarikan ke Puskesmas Seusai Santap MBG, Mual dan Muntah

Situasi posko di SMPN 3 Turi pada Senin (7/9/2026). /Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 45 siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, mengalami pusing, mual, muntah hingga sakit perut setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9/2026). Para siswa sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Turi dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang.

Kepala Puskesmas Turi Dyah Arum Retnaningtyas mengatakan sejumlah siswa mulai dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) Puskesmas Turi sekitar pukul 09.30 WIB.

Awalnya, sebanyak 24 siswa SMPN 3 Turi dan dua siswa SD Muhammadiyah Balerante datang untuk menjalani pemeriksaan. Keluhan yang disampaikan para siswa relatif serupa.

"Kebanyakan memang mengeluh pusing, mual, muntah, sakit perut, menyatakan memang tadi setelah makan MBG, seperti itu," terang Dyah pada Senin (7/9/2026).

Sesampainya di Puskesmas Turi, para siswa langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Pemeriksaan dilakukan dan sejumlah obat diberikan sesuai keluhan yang dialami.

"Sudah kami lakukan penanganan dengan pemeriksaan, kemudian kita berikan obat-obatan juga, dan alhamdulillah semuanya sudah pulang," ujarnya.

19 Siswa SMK Menyusul Dibawa ke Puskesmas

Sekitar pukul 11.30 WIB, Puskesmas Turi kembali menerima pasien dari sekolah lain. Sebanyak 19 siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut.

Dyah mengatakan belasan siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi juga telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

"Sekitar jam 11.30 itu datang lagi 19 siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Turi. Saat ini juga alhamdulillah sudah tertangani semua dan sudah pulang semua," jelasnya.

Dengan demikian, seluruh siswa yang sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Turi telah dipulangkan. Tidak ada pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Turi.

"Jadi sudah tidak ada pasien yang masih dirawat di Puskesmas Turi," ujarnya.

Meski demikian, Dyah menerima informasi adanya dua siswa yang langsung dibawa pihak sekolah ke RSUD Sleman. Kedua siswa tersebut tidak melalui Puskesmas Turi sehingga pendataannya berada di rumah sakit.

"Cuma memang tadi ada laporan ada dua siswa yang langsung dari sekolah ke RSUD Sleman. Nah, itu mungkin yang terdata dari RSUD nggih, karena tidak lewat Puskesmas," tandas Dyah.

Secara keseluruhan, sebanyak 45 siswa tercatat mendapatkan perawatan di Puskesmas Turi. Berdasarkan pemeriksaan awal, keluhan yang mereka alami meliputi pusing, mual, muntah dan sakit perut.

"Keluhannya hampir sama memang: pusing, mual, muntah, sakit perut dan semua sudah tertangani baik, alhamdulillah semua sudah pulang," tegasnya.

Sampel Makanan MBG Diamankan

Puskesmas Turi juga mengambil sampel makanan MBG yang dibagikan kepada sejumlah sekolah. Sampel tersebut diamankan dari sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium milik Dinas Kesehatan Sleman.

"Tadi kami sudah mengambil sampel yang di sekolah dan juga sudah ke SPPG, sudah kita amankan. Nanti sedang proses untuk pengiriman ke laboratorium ya, untuk kita cek sampel makanannya," jelas Dyah.

Menu MBG yang diterima para siswa pada Senin tersebut terdiri atas nasi, bola daging, edamame, semangka, serta tumis kol wortel.

"Sudah kita amankan untuk sampelnya," tegasnya.

Pemeriksaan sampel dilakukan untuk mengetahui kondisi makanan yang dibagikan kepada para siswa. Sementara itu, penanganan terhadap siswa dilakukan berdasarkan gejala yang mereka sampaikan dan hasil pemeriksaan medis.

Dokter dan perawat di UGD melakukan anamnesis atau wawancara untuk mengetahui keluhan yang dialami para siswa. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mengecek tekanan darah, suhu tubuh, serta denyut jantung.

Dyah menjelaskan obat diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keluhan yang dominan dialami para siswa, terutama pusing, mual, muntah dan gangguan pencernaan.

"Kemudian dari hasil karena memang kebanyakan keluhannya pusing, mual, muntah, sudah diberi obat. Di antaranya seperti parasetamol, antasida, ranitidin, obat-obat untuk pencernaan. Alhamdulillah setelah pengobatan sudah gejalanya membaik, jadi bisa kita izinkan untuk pulang dan dijemput orang tua," terang Dyah.

Puskesmas Turi Siaga 24 Jam

Setelah diperbolehkan pulang, para siswa dan orang tua diminta tetap memperhatikan kondisi kesehatan. Dyah meminta mereka segera melapor apabila muncul gejala lanjutan.

Puskesmas Turi, kata dia, siap memberikan pelayanan selama 24 jam, termasuk apabila terdapat pasien yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lain.

Petugas surveilans Puskesmas Turi juga telah meminta sekolah yang menerima MBG untuk menginformasikan kondisi tersebut kepada orang tua siswa.

"Kalau misalnya nanti ada siswa yang bergejala, baik itu pusing, mual, muntah, atau gejala lainnya, untuk segera datang ke Puskesmas atau faskes terdekat," tuturnya.

Kapanewon Turi Siapkan Posko

Panewu Anom Kapanewon Turi Yunan Nurtrianto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan serta para kepala sekolah terkait kondisi tersebut.

Koordinasi dilakukan karena siswa yang mengalami keluhan tidak hanya berasal dari satu sekolah atau satu kalurahan. Yunan menyebut laporan juga berasal dari wilayah Girikerto, Wonokerto dan Balerante.

"Kita siapkan [posko], tadi BPBD juga sudah minta saya menyiapkan ruang, sudah saya siapkan ruang saya untuk posko. Karena tidak hanya di Girikerto ya, ternyata Wonokerto ada, terus di Balerante juga ada. Sehingga sudah lintas kalurahan ini. Tadi sementara poskonya kan hanya di SMP Negeri 3 Turi," tuturnya.

Selain menyiapkan ruang untuk posko, Kapanewon Turi juga berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Relawan Ambulans Turi.

Dalam koordinasi tersebut, sebanyak sembilan ambulans disiagakan untuk mengantisipasi apabila terdapat pasien yang mengalami gejala dan membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online