Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
Musim hujan, warga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih akan mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman. Apalagi saat ini, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus turun di sepanjang bulan Desember 2016.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Mafilindati Nuraini mengungkapkan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini masih terus diwaspadai. Data temuan kasus DBD terakhir pada pekan pertama bulan Desember ini menunjukkan ada 783 kasus.
"Perlu waspada apalagi seiring musim penghujan ini banyak tandon-tandon air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujar Linda di kantornya, Jumat (9/12/2016).
Sepanjang tahun 2016, angka kasus DBD di Sleman di awal tahun cukup tinggi. Pada Januari, terdapat 112 kasus DBD yang terjadi dan pada Februari terdapat 131 kasus DBD. Hingga saat ini, untuk korban DBD yang meninggal dunia tercatat hanya delapan kasus. Perubahan cuaca yang tidak menentu dan tingginya curah hujan menjadi pemicu meningkatnya kasus ini.
"Iklim seperti ini juga harus diwaspadai. Namun, penularan DBD ada penurunan, tapi masih ada," imbuh Linda.
Bukan hanya kasus demam berdarah saja yang patut diwaspadai di tengah musim penghujan ini. Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh air seni tikus juga berpotensi menyerang warga. Mengingat banyak genangan yang juga berpotensi menjadi media penularan bakteri leptospira yang dibawa oleh tikus. Kendati demikian, Linda menegaskan, penyakit ini masih relatif aman.
"Ada dua kasus yang ditemukan, tapi tetap waspada. Banyak tikus dan genangan air yang tercemar air seni tikus. Kalau hujan terus malah aman, tapi kalau hujan tidak teratur justru akan banyak genangan air dan tandon yang memicu penyebaran penyakit DBD maupun leptospirosis," jelas Linda.
Sementara itu, menurut Kepala Pos Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, potensi hujan hingga pekan depan masih akan terus terjadi di wilayah kabupaten dan kota di DIY. Curah hujan relatif dengan intensitas tinggi yang diprediksi berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.