WISATA KULONPROGO : Akhir Tahun, Angka Kunjungan Wisata Diharapkan Membaik

Rima Sekarani
Rima Sekarani Selasa, 13 Desember 2016 03:20 WIB
WISATA KULONPROGO : Akhir Tahun, Angka Kunjungan Wisata Diharapkan Membaik

Sejumlah pengendara sepeda motor tampak melintasi Jembatan Kalidengen yang terletak di wilayah Temon, Kulonprogo, Senin (12/12/2016). Setelah sempat ditutup untuk proyek perbaikan, jembatan yang berada di salah satu jalan utama menuju Pantai Glagah itu kembali dibuka pada awal Desember kemarin. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Wisata Kulonprogo, tingkat kunjungan diperkirakan naik.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Perbaikan Jembatan Kalidengen dinilai berpengaruh negatif terhadap angka kunjungan wisata ke kawasan Pantai Glagah. Kondisi itu diharapkan berangsur membaik sejak jembatan dibuka lagi pada awal Desember ini.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/12/wisata-kulonprogo-ribuan-orang-main-ke-pantai-glagah-775934">WISATA KULONPROGO : Ribuan Orang Main ke Pantai Glagah)

Kepala Seksi Objek dan Sarana Prasarana Dinparpora Kulonprogo, Kuat Tri Utomo berpendapat, angka kunjungan wisata secara umum memang mengalami penurunan akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Hujan membuat orang enggan pergi berwisata. Selain fasilitas pendukung wisata yang menjadi becek karena genangan air hujan, akses jalan pun menjadi relatif lebih berbahaya, khususnya di kawasan perbukitan menoreh.

Di sisi lain, penutupan Jembatan Kalidengen dianggap menjadi penyebab utama menurunnya angka kunjungan ke Pantai Glagah sebagai salah satu obyek wisata andalan Kulonprogo. Pengunjung memang diarahkan menggunakan jalan alternatif yang ada di selatan Kantor Kecamatan Temon. Namun, jalan tersebut diakui terlalu kecil sehingga menyulitkan pengunjung apabila ada dua mobil yang berpapasan dari arah berbeda.

“Pengunjung berkurang banyak, terutama yang datang dari arah Bantul dan Jogja. Kita hanya dapat kebanyakan dari Purworejo,” ungkap Kuat.

Penurunan angka kunjungan wisata di Pantai Glagah kemudian berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang ditargetkan mencapai Rp2,7 miliar tahun ini. Capain PAD per November kemarin diperkirakan baru sekitar Rp1,97 miliar. Menurut Kuat, Pemkab Kulonprogo setidaknya bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp300 juta lebih banyak jika tidak terkendala akses jalan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kulonprogo, Nurcahyo Hadi Wibowo mengungkapkan, perbaikan Jembatan Kalidengen diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya empat bulan untuk meningkatkan kualitas konstruksinya. Proyek yang menjadi kewenangan Pemda DIY tersebut diketahui berlangsung sejak akhir Agustus hingga Desember.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis