AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Film berikut diproduksi dengan untuk menggambarkan permasalahan dalam masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA -- Bosan Berisik Lab menggagas salah satu program terbarunya yang bertajuk Picnic Cinema. Sebuah program membuat film dengan metode yang mengedepankan eksperimentasi gagasan yang digagas oleh filmmaker terpilih dalam kesempatan ini, Ismail Basbeth.
Dalam project tersebut Bosan Berisik Lab menggandeng sutradara terpilih asal Jogja, Ismail Basbeth sebagai penggagas ide cerita dan menyutradarai sebuah film yang berjudul “Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran” sebagai film yang akan menjadi bahan eksperimentasi dalam program Picnic Cinema edisi 2016.
Ismail Basbeth menjelaskan, dalam penggarapannya nanti ia ingin terjun secara langsung ke masyarakat. Ide yang dicetuskannya untuk film tersebut pun berdasarkan kegelisahannya selama ini di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Sinema itu ada jika rasa sebagai seorang filmmaker hilang, namun lebih mengedepankan kemanusiaan. Untuk itu saya pun harus bekerjasama dengan sahabat dan masyarakat terdekat saya,” ujarnya dalam Press conference di Gaia Cosmo Hotel, Umbulharjo, Jumat (16/12/2016) sore.
Lebih jauh Ismail melanjutkan, ia bersama Bosan Berisik Lab akan memulai prototype program Picnic Cinema; jalan-jalan sambil membuat film di Yogyakarta. Program tersebut bertujuan untuk menelisik metodologi pembuatan film yang personal atau khas dari sang sutradara, agar bisa dicatat dan disalurkan gagasannya di kemudian hari pada generasi muda yang membutuhkan metode pembuatan film alternatif.
Suryo Wiyogo, sang produser menjelaskan lebih lanjut bahwa Picnic Cinema merupakan pembuatan film dengan metode spontan, fleksibel, eksperimental dan mengedepankan gagasan kreatif. Proses pembuatan film tersebut dikatakannya cukup tak lazim dibandingkan pembuatan film pada umumnya.
“Cukup menyeramkan mengelola produksi dimana saya sendiri tidak bisa menerapkan pakem produksi dalam project ini. Persiapannya sangat mepet dari pra produksi sampai proses shooting hanya 20 hari saja, tidak ada satu bulan. Ini jadi hal yang kurang lazim di dunia produksi perfilman,” ujarnya.
Ia mengatakan ada sejumlah deal khusus yang ia lakukan dengan crew produksi untuk menyikapi project tersebut akan dibawa seperti apa. Ia mencontohkan, dalam sebuah proses shooting konvensional, lazimnya crew akan menentukan terlebih dahulu lokasi yang digunakan, namun hal tersebut tidak terjadi dalam project Picnic Cinema.
“Model produksinya harus bisa merespon semesta karena sifatnya yang eksperimental. Cukup banyak resiko yang bakal kita ambil,” kata dia.
Meski begitu, diakuinya ketakutan masih membayangi terkait pendanaan produksi yang bergantung pada donasi masyarakat. Produksi dan pendanaan film tersebut dilakukan secara crowd funding dengan membuka kesempatan pada public dan tenaga ahli dalam pembuatan film untuk ikut berpartisipasi.
“Bukan hanya pendanaan, tapi juga tenaga kreatif. Respon yang diberikan kepada project hingga saat ini cukup besar. Beberapa memberi dukungan untuk penyediaan fasilitas produksi, post-pro, dan pemeran yang menawarkan diri untuk turut serta dalam project ini,” kata dia.
Dalam project tersebut Bosan Berisik berhasil menggandeng sejumlah actor dan aktris diantaranya Verdy Solaiman, Nathasha Gott, Dea Ananda, Giras Basuwondo, Cornelio Sunny. Selain itu sejumlah pendukung fasilitas diantaranya Hide Project Films, Focused equipment, Panji Prastyeo Pictures.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini berada di Laut Arab menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba 17 September sebelum berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Pemerintah menyiapkan Rp17 triliun untuk bansos beras bagi 33,2 juta keluarga miskin pada Oktober-Desember 2026.
Sebanyak 27 pendamping PKH diperiksa KPK di Kantor Dinsos Jateng. Kepala Dinsos Jateng menjelaskan pemeriksaan terkait kasus di Kemensos.
Wanita diduga mabuk mengamuk dan merusak gerobak penjual pukis di Babarsari, Sleman. Polisi mengamankan kedua pihak untuk mediasi.