Sembuh atau Berdamai? Cara Baru Memahami Penyakit Kronik
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Casman saat menunjukkan foto warung burjo miliknya yang berantakan usai diserang oleh lima oknum tidak dikenal, Senin (19/12/2016) dinihari. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Kriminal Sleman terjadi berupa perusakan di warung burjo
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebuah warung bubur kacang ijo (burjo) porak poranda menjadi sasaran amukan dan penyerangan oleh lima orang pengendara motor yang tidak dikenal pada Senin (19/12/2016) dinihari.
Bahkan dalam penyerangan yang dilakukan secara tiba-tiba tersebut dua orang pengunjung juga menjadi sasaran aksi kekerasan.
Kelima pelaku yang datang menggunakan tiga sepeda motor tersebut juga mengambil dua ponsel dan dua helm milik pengunjung warung.
Penjaga warung, Soleh, 20, mengatakan kejadian penyerangan tersebut bermula saat ia dan rekannya sedang melayani tiga orang pengunjung warung.
Kemudian tiba-tiba datang lima orang dengan mengendarai tiga sepeda motor, dua orang pengendara tak dikenal itu kemudian masuk ke dalam warung. Sedangkan tiga orang lainnya menunggu di atas sepeda motor.
Dilihat dari gelagatnya, kata Soleh, para pelaku terlihat seperti dalam pengaruh minuman keras.
"Awalnya dikira pembeli biasa, mereka seperti kenal sama pembeli yang sebelumnya. Jadi memang tidak kepikiran kalau mau nyari ribut," katanya, Senin (19/12/2016).
Dikatakannya namun tiba-tiba saja kedua pelaku memukuli dua pengunjung warung. Mereka memukuli pengunjung dengan tangan kosong dan botol saus. "Pembeli satunya bisa lari. Teman saya juga mau dipukul tapi saya tahan," ujar dia.
Soleh sempat akan meminta pertolongan dengan menelfon temannya, namun ponselnya direbut oleh pelaku. Merasa ketakutan dengan penyerangan tak terduga itu, Soleh dan para pengunjung warung kemudian lari menyelamatkan diri. Dia menambahkan, para pelaku tidak langsung kabur, mereka masih di warung sekitar 30menit, setelah itu mereka baru membubarkan diri.
"Saat mereka pergi, saya lihat warung sudah berantakan, gelas pecah, etalase kacanya copot, dan sayuran yang mau dimasakan berantakan," katanya.
Terpisah, pemilik warung Casman, 32, menambahkan para pelaku mengambil dua ponsel dan dua helm milik pengunjung warung. "Kalau barang di dalam warung uang dan ponsel tidak ada yang diambil," ujar Casman.
Lebih lanjut kata dia, kejadian perusakan ini merupakan kejadian yang kedua kalinya, yang pertama dulu bulan April pelaku bahkan membawa senjata tajam.
Panit II Reskrim Polsek Mlati Ipda Bowo Susilo mengatakan hingga Senin siang belum ada laporan yang masuk ke Polsek terkait adanya penyerangan tersebut. Namun anggota Reskrim Polsek Mlati kata dia sudah mendatangi tempat kejadian perkara untuk meminta keteramgan dari saksi-saksi.
"Belum ada laporan, tapi tadi sudah ada anggota yang ke TKP untuk mengecek,"pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Siswa asal Jogja Solomon Darren Wang publikasikan 3 jurnal internasional saat SMA. Bahas TikTok, Taylor Swift, hingga viral justice.
POPSI mendukung perbaikan tata kelola sawit melalui Danantara, namun meminta pemerintah menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani sawit.
Bulog Banyumas mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi 918.544 penerima di Banyumas Raya dan menargetkan distribusi selesai pada Juni 2026.
Polresta Jogja dan Dishub menertibkan parkir liar serta menegur 48 pelanggar lalu lintas saat patroli long weekend di kawasan Malioboro dan jalur protokol.
Ancaman PHK buruh manufaktur diperkirakan meningkat pada kuartal II/2026. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi.