Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Kredit usaha rakyat di Kulonprogo banyak yang salah sasaran
Harianjogja.com, KULONPROGO-Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kulonprogo dinyatakan masih cenderung rendah dibandingkan daerah lainnya. Selain itu, bantuan KUR juga seringkali masih salah sasaran dan diberikan kepada pengusaha skala besar.
Hal tersebut disampaikan oleh Niken Supriyanti, Kepala Sub Bagian Koperasi UKM dan Penanaman Modal Kanwil Dirjen Perbendaharaan Negara DIY pada Senin (19/12/2016).
Fakta tersebut disampaikan kepada audiens diskusi penguatan koperasi dan UMKM melalui KUR yang digelar di Setda Kulonprogo.
Menurutnya, masih ditemukan fakta di lapangan jika penerima KUR bukanlah pengusaha yang masuk dalam kategori UMKM. Padahal, sebagaimana yang diamanahkan Presiden Joko Widodo, kredit tersebut ditujukan untuk mengangkat pengusaha dengan skala kecil dan menengah.
Selain penyerapannya yang rendah, KUR yang telah dikucurkan juga masih belum merata. Niken menyebutkan ada temuan jika ternyata KUR diberikan kepada pengusaha yang memiliki showroom penjualan mobil.
Adapula temuan bahwa KUR ditawarkan kepada PNS. Lebih lanjut, sampai saat ini juga belum ada penyaluran KUR untuk TKI yang dilakukan di Kulonprogo.
Niken menerangkan jika sejauh ini telah dilakukan evaluasi akan implementasi KUR di Sleman dan Bantul. Mendatang, Kulonprogo dan Gunungkidul juga akan dilakukan evaluasi yang sama.
Dikatakan pula, KUR menjadi salah satu cara guna mengembangkan UMKM dan koperasi. Dalam jangka panjang, cara tersebut diprediksi mendukung kemandirian perekonomian nasional dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Diakui jika menyasar UMKN yang tepat sebagai penerima KUR memang sulit dilakukan dengan keterbatasan SDM. Namun, diharapkan ada kerjasama dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan KUR yang tepat sasaran. Pemerintah daerah juga diminta mampu melakukan seleksi koperasi yang bisa menyalurkan KUR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.