Kampung Celana Dalam Klaten Bertahan di Tengah Krisis
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)
Penemuan mayat Sleman terjadi di sebuah penginapan di Pakem
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang pria bernama Suwondo,28, ditemukan tidak bernyawa di dalam salah satu kamar penginapan di daerah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (20/12/2016) malam. Pria asal Karangrayung, Grobogan Jawa Tengah tersebut diduga meninggal akibat penyakit yang ia derita.
Dugaan tersebut menguat saat petugas melakukan olah TKP, petugas menemukan kantong plastik yang berisi obat ranitidin, parasetamol, dan B complex, serta sebuah surat izin dokter.
"Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan pada jasad. Korban diperkirakan meninggal sekitar 5 sampai 6 jam setelah saksi mata menemukan jasad korban," kata Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto, Rabu (21/12/2016).
Kapolsek menjelaskan awal mula kejadian tersebut ketika korban datang seorang diri menginap di penginapan itu pada Senin (19/12/2016) petang. selanjutnya korban menginap di kamar nomer 16.
Sehari selanjutnya, pada Selasa (20/12/2016) siang, penjaga penginapan yang curiga karena sudah saatnya cek out namun korban belum juga keluar mencoba mengecek kamar yang dihuni oleh korban.
Namun, setelah pintu diketuk oleh penjaga korban tidak merespon. karena takut menggangu istirahat korban maka penjaga kemudian meninggalkan kamar korban.
Pukul 18.30 WIB saat korban belum juga keluar penjaga mencoba kembali mengetuk kamar nomor 16 tersebut. Karena tidak ada respon petugas lantas mengecek melalui jendela.
Dari luar kamar, korban terlihat dalam posisi tidur terlentang di samping tempat tidur. Penjaga penginapan selanjutnya membuka paksa kamar dan mengecek denyut nadi korban.
"Saat dicek korban ditemukan sudah meminggal. Saat itu juga kemudian penjaga lalu menghubungi pemilik dan dilaporkan pada kami," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Pemerintah dorong kemandirian energi untuk kurangi impor. BBM subsidi dipastikan tetap aman di tengah gejolak global.
Sultan HB X menegaskan pelestarian purbakala penting untuk menjaga jati diri bangsa. Mahasabha Purbakala dideklarasikan di Jogja.
Simak cara mudah membedakan souvenir Piala Dunia 2026 asli dan palsu agar tidak tertipu saat berburu merchandise.
Menteri Ekraf menyebut Jogja jadi panutan ekonomi kreatif nasional berkat kekuatan budaya, inovasi, dan SDM unggul.
Muhammadiyah dorong transformasi layanan sosial berbasis komunitas untuk menjawab masalah kesejahteraan yang makin kompleks.