Ribuan Pelari hingga Grebeg Gethuk Ramaikan Hari Jadi Magelang
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Arus lalu lintas di perempatan Tugu Pal Putih, Kamis (5/5/2016) siang. (NIna Atmasari/JIBI/Harian Jogja)
Prakiraan cuaca wilayah DIY hari ini diprediksi hujan ringan
Harianjogja.com, JOGJA- Hujan ringan diprediksi turun di seluruh wilayah DIY, Senin (26/12/2016).
Hal ini seperti diinformasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Seluruh wilayah di DIY meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diprediksi hujan ringan.
Suhu di setiap wilayah bervariasi, mulai 24-32 derajat Celcius.
Angin diprediksi bertiup dari arah barat. Angin di Jogja berkecepatan 10-25 km per jam, di Kulonprogo dan Bantul 10-30 km per jam sedangkan di Gunungkidul bertiup lebih cepat yakni 10-35 km per jam.
Hujan ringan juga diprediksi melanda perairan DIY. Angin bertiup dari barat dengan kecepatan 10-45 km per jam. Tinggi gelombang laut diprediksi 1,5-2,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Akademisi Unpad menjelaskan erupsi sejumlah gunung api yang berdekatan waktunya tidak otomatis saling berkaitan karena sistem magmanya berbeda.
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
BRIN mengimbau masyarakat dan nelayan tidak mengonsumsi ikan mati mendadak usai erupsi Anak Krakatau sebelum penyebabnya dipastikan.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.
WNA terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau mendapat ITKT tanpa biaya overstay dari Imigrasi.