Bupati Kulonprogo Ajak Siswa SMPN 3 Kokap Jauhi Judi Online dan Radikalisme
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Foto ilustrasi petik melon.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Agrowisata petik melon di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, kembali bersiap menyambut pengunjung. Sebanyak 500 buah melon premium disiapkan untuk dipetik langsung dari green house pada Jumat (11/9/2026).
Wisata petik melon yang diinisiasi Tri Erfin Ardiyanto sejak 2023 tersebut memang tidak dibuka setiap hari. Agrowisata ini menyesuaikan waktu operasional dengan masa panen yang berlangsung sekitar dua bulan sekali.
Erfin mengatakan sejumlah pengunjung bahkan telah merencanakan kedatangan mereka untuk menikmati pengalaman memetik sekaligus membeli melon langsung dari kebun. Pengunjung berasal dari berbagai wilayah di DIY maupun luar DIY.
“Masa panen kali ini ada 500 buah premium yang dapat dipetik, sejumlah pengunjung sudah merencanakan untuk datang Jumat pekan ini,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Salah satu daya tarik agrowisata tersebut adalah pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Mereka cukup membeli melon apabila tertarik membawa pulang hasil panen dari green house tersebut.
Setiap musim panen, ratusan orang datang ke lokasi. Selain berwisata, para pengunjung sekaligus menjadi konsumen yang dapat membeli melon premium hasil budidaya Erfin.
“Jadi memang pengunjung yang datang membeli langsung dan bebas jumlahnya bisa sekilo atau lebih. Untuk Jumat nanti sudah ada beberapa yang reservasi,” lanjutnya.
Konsep tersebut membuat pengunjung tidak sekadar melihat proses budidaya melon, tetapi juga dapat memilih dan membeli buah yang dipanen langsung dari tanaman.
Meski musim kemarau sebenarnya menjadi waktu yang dinilai baik untuk budidaya melon, Erfin menghadapi kendala berupa serangan hama. Kondisi tersebut berdampak terhadap jumlah buah yang dapat dipanen pada musim kali ini.
Pada periode panen sebelumnya, jumlah melon yang berhasil dipanen berada di kisaran 550 hingga 600 buah. Sementara pada masa panen yang akan berlangsung Jumat, jumlahnya turun menjadi sekitar 500 buah atau berkurang sekitar 10 persen.
“Kalau kemarau sebenarnya bagus untuk melon tetapi serangan hama bikin jumlah panen turun. Masa panen sebelumnya ada sekitar 550 sampai 600 buah yang dipanen sekarang cuman 500 berarti turun sekitar 10 persen,” ungkapnya.
Budidaya melon dengan sistem green house tersebut menjadi usaha sampingan Erfin di luar pekerjaannya sebagai perawat di RSUD Wates. Dia memulai usaha tersebut pada 2023 dengan modal awal sekitar Rp50 juta.
Kini, setiap kali memasuki masa panen yang berlangsung sekitar dua bulan sekali, usaha tersebut mampu menghasilkan omzet kotor hingga Rp15 juta dari penjualan melon premium.
“Kalau bersihnya bisa sampai Rp5 juta sampai 8 juta lah dipotong biaya produksi dan bayar tenaga,” ungkapnya.
Dengan pola panen dua bulanan, Erfin terus mengembangkan agrowisata tersebut sebagai tempat wisata sekaligus sarana penjualan hasil pertanian. Pengunjung dapat datang tanpa biaya tiket masuk dan membeli melon sesuai jumlah yang diinginkan saat masa panen dibuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.