Debit Air Waduk Sermo Menyusut, Makam Lawas Perlahan Tampak

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 01 September 2026 20:17 WIB
Debit Air Waduk Sermo Menyusut, Makam Lawas Perlahan Tampak

Ketinggian muka air Waduk Sermo yang menurun mengakibatkan dataran yang berisi makam lawas mulai nampak terlihat, Selasa (1/9/2026). Harian Jogja/Khairul Ma'arif

Harianjogja.com, KULONPROGO— Musim kemarau panjang membuat muka air Waduk Sermo di Kokap, Kulonprogo, terus menyusut. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu fungsi utama waduk maupun pasokan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian.

Kepala Unit Pengelola Bendungan Waduk Sermo, Yosep Bahari, mengatakan muka air Waduk Sermo saat ini berada pada elevasi 132,2 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan ketinggian tersebut, volume cadangan air yang tersedia masih mencapai sekitar 15 juta meter kubik.

"Untuk isu kekeringan pada tahun ini, Waduk Sermo sudah mengantisipasinya mulai akhir musim penghujan kemarin pada bulan awal Mei, yaitu dengan cara optimalisasi penghematan air waduk. Pengeluaran air kita atur ketat sesuai dengan permintaan riil di lapangan dan kita jaga elevasinya mendekati batas operasi normal atas," katanya kepada wartawan saat ditemui di Waduk Sermo, Selasa (1/9/2026).

Langkah penghematan tersebut menjadi salah satu strategi pengelola untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Terlebih, memasuki puncak kemarau, pasokan air yang masuk ke waduk atau inflow dari sejumlah sungai penyokong utama terus mengalami penurunan.

Bahkan, inflow dari lima sungai penyokong utama disebut telah berada di angka 0 meter kubik per detik. Meski pasokan air alami dari sungai-sungai tersebut tidak lagi mengalir ke waduk, pengelola memastikan kebutuhan masyarakat yang menjadi bagian dari fungsi Waduk Sermo masih dapat dipenuhi.

Yosep menjelaskan muka air Waduk Sermo saat ini turun dari sekitar 136 mdpl menjadi 132,2 mdpl. Namun, kondisi tersebut dinilai masih aman karena pengelola telah melakukan langkah antisipasi sejak awal musim kemarau.

"Tinggi muka air sekarang jauh lebih baik dibanding musim kemarau tahun lalu yang di angka 131 mdpl. Itu tidak menjadi masalah karena sudah kita antisipasi dari awal melalui penghematan. Posisi cadangan air saat ini masih sangat aman," tuturnya.

Suplai Irigasi hingga Air Baku

Waduk Sermo memiliki sejumlah fungsi penting bagi masyarakat Kulonprogo. Selain berperan dalam pengendalian banjir dan meredam potensi luapan air di wilayah hilir ketika musim hujan, waduk tersebut juga menjadi sumber suplai air untuk kebutuhan pertanian.

Air dari Waduk Sermo digunakan sebagai suplesi irigasi untuk menyuplai intake Kalibawang seluas 3.159 hektare yang mencakup Daerah Irigasi (DI) Pengasih dan DI Pekik Jamal.

Selain itu, Waduk Sermo juga memberikan suplesi tambahan untuk DI Kamal dengan luas sekitar 156 hektare.

Fungsi lainnya adalah sebagai penyedia air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat. Kapasitas suplai air baku dari Waduk Sermo mencapai sekitar 73 liter per detik.

Menurut Yosep, meski muka air terus mengalami penyusutan, pengelola masih dapat menjaga fungsi-fungsi tersebut agar tetap berjalan.

"Daratan yang dahulu menjadi makam sudah mulai muncul terlihat di tengah Waduk Sermo imbas kekeringan, tetapi belum seluruhnya nampak," lanjut Yosep.

Makam Tua Mulai Terlihat

Penyusutan muka air Waduk Sermo juga memunculkan kembali daratan yang selama ini berada di bawah permukaan air. Salah satunya berupa area yang diyakini merupakan lokasi makam dari permukiman lama sebelum kawasan tersebut menjadi waduk.

Pengelola kawasan wisata Taman Gudang Waduk Sermo, Rubiyo, mengatakan keberadaan makam tersebut sudah diketahui masyarakat sekitar. Area tersebut merupakan bagian dari sejarah permukiman yang kini berada di kawasan genangan Waduk Sermo.

"Kalau pasang, bekas makam itu tidak kelihatan. Semakin lama kemaraunya, ya semakin dalam surutnya. Usia makam itu sudah puluhan tahun, sejak area ini masih berupa pemukiman warga sebelum akhirnya tergenang," beber Rubiyo.

Menurut dia, semakin luas penyusutan air, daratan di tengah waduk semakin mudah terlihat dan diakses. Kondisi permukaan tanah yang mengering bahkan memungkinkan kendaraan roda empat melintas menuju area tengah waduk.

Kemunculan kembali daratan dan makam lama tersebut menjadi salah satu tanda visual menyusutnya Waduk Sermo selama musim kemarau. Namun, dari sisi operasional, pengelola memastikan kondisi cadangan air masih berada dalam kondisi aman dan fungsi utama waduk tetap berjalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online