KAI Tambah 3 Kereta Tujuan Jakarta: Dari Jogja, Malang dan Semarang
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Limbah cucian PKL Malioboro meluber ke Jalur Pedestrian (IST)
Penataan Malioboro tidak hanya secara fisik, tetapi juga memperhatikan pengolahan limbah
Harianjogja.com, JOGJA -- Upaya Pemda DIY menjadikan kawasan Malioboro sebagai sumbu filosofis yang nyaman bagi masyarakat tak luput dari cobaan. Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) penjual makanan menjadi kendala tersendiri dalam menjaga kebersihan paska-pembangunan proyek jalur pedestrian Malioboro tahap satu. Sejumlah pengunjung mendapati PKL di kawasan tersebut membuang limbah cucian di lantai traso pedestrian pada malam hari.
Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/26/penataan-malioboro-limbah-meluber-ke-jalur-pedestrian-779637">PENATAAN MALIOBORO : Limbah Meluber ke Jalur Pedestrian
Berdasarkan sumber, pada libur panjang dua pekan lalu, terjadi kerusakan sekitar 12 titik bollard tabung di jalur pedestrian. Kerusakan itu terjadi karena diduga kuat terkena pinggiran roda as tengah PKL yang memaksa masuk melalui celah bollard. Selain itu, banyak pengunjung yang duduk di atas pot bunga.
Arsitek Proyek Revitalisasi Malioboro tahap satu Gono Santoso mengatakan, jalur pedestrian itu dibangun murni untuk pejalan kaki sehingga memang tidak disediakan tempat mencuci alat masak untuk PKL. Akantetapi, sejalan dengan penataan PKL yang akan dilakukan Pemda DIY, PKL bisa membuang limbah melalui selokan yang sudah disediakan terhubung dengan puluhan sumur resapan. Selain itu sebaiknya aktif membersihkan titik-titik selokan tersebut agar alirannya lancar.
"Karena kemarin waktu mau peresmian itu saja, kami harus menyedot sumur resapan itu karena lemaknya sudah penuh," ungkap dia.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, pihaknya tidak akan menggusur PKL Malioboro, namun hanya melakukan penataan. Ia berharap terutama kepada para PKL makanan untuk menjaga kebersihan. Serta menjaga kesehatan makanan, jangan sampai, kata Sultan, satu ember air untuk mencuci 30 piring atau mangkok. Jika hal itu dilakukan, maka tentu tidak higienis. Pihaknya tengah memikirkan terkait air bersih ini.
Sultan juga meminta kepada pemilik warung makan, jika ada sisa makanan, sebaiknya dimasukkan ke tempat sampah bukan langsung dibuang ke pot tanaman seperti yang sudah pernah terjadi. Sultan yakin para PKL yang berjualan memahami cara berjualan makanan higienis, sehingga harapannya tidak perlu mengingatkan lagi, tetapi sudah bisa mengendalikan sendiri.
"Ojo digrujugke neng tanaman seperti biasane, yo ojo [jangan dibuang di pot tanaman]. Karena sudah terlanjur biasa. Ini yang saya mohon, tidak usah diperingatkan, kita sudah bisa punya kesadaran, namanya hidup ini kita semua punya keinginan yang sama untuk itu. Oh ora kok, mergo ora ono uwong ben, aku nek ngguwang kene wae [membuang sampah seenaknya], saya kira [kebiasaan] itu tidak perlu, kita bisa saling menjaga," ungkap Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 8 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global