Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Perangkat Daerah Bantul untuk penataan diproses
Harianjogja.com, BANTUL -- Tak hanya berdampak pada adaptasi kinerja para pejabatnya, penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga berdampak pada pencairan gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Akibat penataan OPD itu, gaji PNS untuk Bulan Januari yang seharusnya dibayarkan paling lambat Selasa (3/1/2017) pagi ini, molor.
Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji PNS itu. Saat ditemui di kantornya, Selasa (3/1/2017) siang, ia menjelaskan bahwa keterlambatan itu disebabkan adanya penataan OPD tersebut. Dijelaskannya, pelantikan para pejabat yang baru dilakukan pada 30 Desember lalu menyebabkan belum optimalnya kinerja struktur masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Termasuk yang paling vital adalah bendahara gaji. Karena untuk mentransfer dari BPD ke SKPD butuh bendahara gaji,” katanya.
Namun, ia membantah jika molornya pencairan gaji itu akan terjadi lebih dari tiga hari. Toni, sapaan akrabnya, berjanji pencairan gaji untuk 11.000 orang lebih PNS di Bantul sudah bisa dilakukan paling lambat, Kamis (5/1/2017) mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.
Enam kebakaran terjadi di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu, 6 September 2026. Mayoritas dipicu bakar sampah yang merembet.
Baterai LFP generasi keempat Tiongkok menembus 200 Wh/kg. Teknologi ini berpotensi meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi mobil listrik.