Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Jumiyem menunjukkan batu yang diduga Benda Cagar Budaya (BCB) di lahan persawahan Dusun Gunungan Demangan, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul. Pasangan suami-istri buruh pengrajin batu bata Jumiyem dan Ngajiyono menemukan benda yang diduga BCB tersebut saat menggali tanah untuk bahan batu bata. Rabu (4/1/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Bangunan cagar budaya ditemukan di Pleret
Harianjogja.com, BANTUL -- Bongkahan batu diduga Benda Cagar Budaya (BCB) ditemukan di area persawahan di Dusun Gunungan Demangan, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul. Sampai saat ini tim kerja penyelamatan dan pengamanan cagar budaya masih melihat dan mengidentifikasi, apakah benda tersebut berkaitan dengan benda purbakala atau tidak.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=781751">BANGUNAN CAGAR BUDAYA : Gali Tanah untuk Bahan Batu Bata, 2 Pengrajin Temukan Batu Besar
Koordinator Museum Purbakala Pleret, Susanto langsung melakukan identifikasi terdapat batu yang diduga BCB itu. Setelah dilakukan pengukuran dua batu yang telah terlihat, satu batu merupakan batu andesit bertakik dengan, panjang 80 centimeter dan tebal 23 centimeter. Sedangkan satu batu lainya memiliki lebar 39 centimeter, panjang 50 centimeter, dan tebal 26 centimeter.
“Ini seperti reruntuhan candi, seperti yang sudah banyak ditemukan di sana [Museum Pleret]. Batu-batu ini mungkin hanya reruntuhan candi yang kemungkinan tidak jauh dari sini. Tapi belum tentu di sini ada candi. Karena di Bantul yang pasti ada candi itu di Cuma di Desa Sitimulyo,Kecamatan Piyungan dan Desa Baturetno, Kecamatan Bangutapan,” jelasnya, Rabu (4/1/2017)
Namun kata dia batu yang ditemukan tersebut bukanlah reruntuhan dari dua candi tersebut. Pasalnya dua candi tersebut menggunkan batuan yang berbeda yakni batu putih.
“Tapi dugaan sementara ini merupakan bagian Candi,” kata dia.
Terpisah Kepala Unit Kerja Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja, Dendi Eka menyebut jika pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait ditemukannya benda yang diduga benda purbakala ini. Dia hanya memastikan, jika benda tersebut bukan prasasti seperti informasi yang beredar di media sosial.
Sejauh ini, tim yang dipimpinnya yang terjun di lokasi baru menduga, jika benda tersebut adalah bagian dari struktur suatu bangunan. Pun begitu, dia belum bisa memastikan jenis bangunannya.
"Ini sekarang kami masih melihat, sekaligus mencoba memastikan batu apa yang ditemukan ini. Jadi kalau sekarang kami belum tahu detailnya," paparnya.
Karena masih dalam kajian, Dendi meminta agar untuk sementara aktivitas pembuatan batu bata di sana dihentikan sementara. Tapi dia mempersilahkan warga melanjutkan pembuatan batu, asal tidak di lokasi temuan tersebut. Pun, jika warga menemukan benda yang mencurigakan, yang diduga benda purbakala harap lekas menghubungi pihaknya, serta menghentikan aktivitas penggalian tanah untuk sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.