Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
RSU Mitra Paramedika meningkatkan akreditasi
Harianjogja.com, SLEMAN - Upaya Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Paramedika untuk meningkatkan akreditasi akhirnya menuai hasil manis. RSU yang berlokasi di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak itu dinyatakan lulus akreditasi perdana oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), pertengahan Desember lalu.
Direktur RSU Mitra Paramedika dr. Rofiana Komalasari menjelaskan, survei dari KARS telah dilakukan pada 16-17 Desember lalu. Dari hasil survei tersebut, sepekan kemudian KARS menyematkan lulus perdana pada RSU tipe D tersebut.
"Kelulusan ini bisa dicek di website KARS. Hasil ini merupakan kerja keras dari berbagai pihak di rumah sakit ini," paparnya kepada Harian Jogja, Jumat (6/1/2017).
Lebih lanjut Rofiana memaparkan, dalam akreditasi tersebut RSU Mitra Paramedika lulus empat bab. Adapun empat bab mencakup berbagai aspek. Pertama adalah kualifikasi pendidikan staf (KPS). Kemudian kedua, pencegahan dan penanggulangan infeksi. Ketiga sasaran dan keselamatan pasien (SKP) dan terakhir pemenuhan hak dan kewajiban pasien (HPK).
Lulus perdana bukan berarti pekerjaan tuntas di situ. Menurut Rofiana, masih ada enam bab yang harus dituntaskan sepanjang 2017 nanti.
"Kemudian ada lima bab lagi di 2018 nanti untuk bisa mencapai akreditasi tingkat paripurna," jelasnya.
Untuk mencapai itu, pihaknya akan berupaya melakukan peningkatan layanan kesehatan sesuai standar KARS. Pasalnya lima bab yang mesti dituntaskan lebih banyak mencakup aspek-aspek tentang layanan kesehatan serta peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Peningkatan akreditasi tersebut, papar Rofiana, jelas sangat berarti bagi RSU mitra Paramedika.
Prestasi tersebut membuktikan bahwa mutu layanan di rumah sakit tersebut sudah sesuai penerapannya sebagaimana yang menjadi standar KARS.
"Adanya pencapaian ini selanjutnya tentu saja kami berharap kepercayaan masyarakat kepada kami terus meningkat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
WJNC 2026 bergeser ke Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2027 naik Rp9,1 triliun. Target pajak dan PNBP juga dinaikkan agar defisit tetap 2,4% PDB.
Habiburokhman menilai pemerintahan Prabowo lebih demokratis dan meminta RUU Perampasan Aset mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Mobil bergetar saat berhenti, melaju, atau mengerem bisa menjadi tanda masalah mesin, ban, roda, transmisi hingga rem.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.