Ekspor DIY Naik, Pakaian Jadi Mendominasi

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Sabtu, 07 Januari 2017 20:20 WIB
Ekspor DIY Naik, Pakaian Jadi Mendominasi

Ilustrasi aktivitas ekspor di pelabuhan. (JIBI/Solopos/Dok.)

Ekspor DIY mengalami peningkatan di sejumlah negara.

Harianjogja.com, JOGJA -- Nilai ekspor barang dari DIY yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia November 2016 mengalami kenaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Bidang Distribusi Bada Pusat Statistik (BPS) DIY Arjuliwondo mengatakan nilai ekspor November 2016 mencapai US$31,2 juta sementara pada Oktober hanya US$30,1 juta.

"Jadi ada kenaikan sekitar 3,62 persen jika dibandingkan secara month to month, tapi secara year on year dengan 2015 nilai ekspornya turun 1,65 persen," katanya, Jumat (6/1/2017).

Tiga besar negara tujuan ekspor barang DIY di antaranya Amerika Serikat yang mencapai US$11,1 juta, Jerman US$3,20 juta, dan Jepang dengan total nilai US$2,30 juta. Menurut Wondo, dari 10 besar negara tujuan ekspor, nilai ekspor terendah dikirim ke Tiongkok yakni senilai US$ 775.114.

Kenaikan nilai ekspor selama November tersebut disebabkan kenaikan dan penurunan nilai ekspor dari 10 negara tujuan utama. Wondo mengatakan, enam negara mengalami kenaikan nilai ekspor dengan kenaikan terbesar ke Belanda sebesar 152,46%, sedangkan empat negara mengalami penurunan dengan penurunan terbesar ke Tiongkok yaitu sebesar 37,84%.

Komoditas utama ekspor DIY adalah produk pakaian jadi bukan rajutan sebesar 29,18%, diikuti perabot dan penerangan rumah sebesar 14,91%, dan barang-barang dari kulit sebesar 11,05%. Dari sepuluh komoditas utama, komoditas dengan nilai ekspor terendah adalah komoditas jerami atau bahan anyaman sebesar 2,67%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis