Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Sejumlah pengunjung sedang menapaki jalan di taman di tugu perbatasan di Desa Candirejo, Semin, Gunungkidul. Jumat (6/1/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul kali ini berupa lokasi selfie strategis
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Pembangunan Gapura perbatasan di Candirejo, Semin tidak hanya sebagai penanda wilayah semata. Namun di lokasi ini, sudah menjadi tempat yang asik untuk bermain dan berfoto-foto.
Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus bersolek untuk mempercantik kawasan perbatasan. Hasilnya pun sudah mulai terlihat, bangunan monumental yang sekaligus berperan sebagai penanda batas ramai dikunjungi dan menjadi tempat yang asyik untuk berfoto-foto ria.
Salah satu lokasi itu terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Semin. Di titik perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan Gunungkidul ini terdapat sepasang gapura besar sebagai penanda batas wilayah. Sebagai pelengkap bangunan, dibangunlah sebuah taman untuk mempercantik di sekitar lokasi.
Taman yang dibuat tidak begitu luas karena areanya tak lebih luas dari lapangan fusal. Namun dari sisi penataan, taman ini terhitung komplit. Di lokasi itu, selain terdapat taman yang yang dilengkapi dengan sebuah pancuran yang dibentuk seperti wilayah perbukitan yang disesuaikan dengan karakteristik di wilayah Candirejo. Sebagai penanda utama juga diletakan sebuah patung yang berbentuk orang sedang memahat batu.
Namun yang menjadi daya tarik dari taman ini, bukan terletak pada karakteristik yang menandakan aktivitas dan kondisi geografis di desa ini, melainkan symbol I Love Gunungkidul. Sebab bangunan monumental inilah yang membuat pengunjung tertarik untuk datang ke lokasi itu.
Setiap harinya ratusan orang pun berbondong-bondong datang ke lokasi ini. Umumnya mereka datang untuk melihat taman itu secara langsung, juga mengambadikan momen ini dengan foto bersama-sama atau dengan jalan berselfie ria.
Salah seorang pengunjung asal Solo, Jawa Tengah, Tri Sukmawati mengakui awalnya tidak ingin berhenti di tugu perbatasan, karena tujuan utama ke Gunungkidul untuk berkunjung ke kawasan pantai. Namun setelah memasuki wilayah perbatasan, ia mengaku dibuat takjub dengan adanya bangunan megah lengkap dengan taman yang memiliki ciri khas tersendiri. Dia beserta ketujuh temmannya pun berhenti beberapa waktu untuk istirahat dan menikmati keindahan di sekitar taman ini.
“Tak lupa kami juga berfoto-foto guna mengabadikan momen jika sudah berkunjung ke Gunungkidul,” kata Sukma kepada Harianjogja.com, Jumat (6/1/2017).
Dia pun mengungkapkan, untuk menjangkau lokasi ini tidak sulit karena letaknya di pinggir jalan sehingga pengunjung tidak perlu bersusah-susah untuk sampai. Namun, menurut Sukma, pengunjung bisa mendapatkan lokasi yang bagus untuk berfoto-foto.
Sementara itu, Yuwono, salah seorang warga Playen pun rela jauh-jauh datang hanya untuk melihat keindahan taman di wilayah perbatasan. Dia pun mengakui, dari tiga tugu pembatas yang dibuat pemkab, lokasi di Desa Candirejo merupakan yang paling indah.
“Saya sudah ke tiga tugu ini, yakni ikon Gunungkidul di Patuk, ikon Topi dan canting di Ngawen. Namun dari tiga lokasi ini, menurut saya yang paling indah berada di Candirejo,” katanya.
Menurut dia, kekurangan dari lokasi ini lebih dikarenakan lokasi taman yang tidak berada di jalur ramai. Yuwono pun menyakini, jika lokasinya seperti ikon Gunungkidul yang berada di jalur Jogja-Wonosari maka taman tersebut akan lebih ramai lagi. “Konsep yang dibuat sangat cocok, apalagi tulisan I Love Gunungkidul menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Keberadaan gapura yang dilengkapi taman di perbatasan dengan Jawa Tengah ini juga memberikan dampak positif. Sebab, banyaknya orang yang datang menjadi peluang ekonomi. Untuk saat ini, sudah banyak pedagang seperti aneka minuman, bakso bakar yang mangkal di kawasan itu setiap harinya.
Sunarto, salah seorang warga Dusun Bangunsari, Candirejo mengakui jika lokasi di sekitar taman sudah ramai di kunjungi. Hampir setiap sore, jika cuaca cerah banyak anak-anak mudah yang bermain di sekitar lokasi.
“Kondisinya sudah sangat berbeda. Sebelum adanya taman ini, di sekitar lokasi sepi, tapi sekarang sudah banyak orang yang berkungjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.