Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Pemilik Taman Bunga Amaris, Wartini sedang membersihkan rumput yang tumbuh bersama tanaman bunga amaris, di taman sebelah rumahnya, Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Minggu (15/1/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul berupa Taman Amarilis tak lagi seperti dulu.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Taman Bunga Amarilis yang sempat menjadi buruan selfie para wisatawan pada akhir 2015 silam, kini sepi. Setelah dipadati pengunjung, sejumlah tanaman bunga amaris ikut terinjak-injak sehingga membuat tanaman tersebut tidak dapat berbunga.
Sejatinya bunga Amarilis rutin mekar pada akhir tahun, sekitar November hingga Desember. Masa berbunga kurang lebih sekitar 21 hari. Namun pada akhir 2016 sebagian besar bunga amarilis yang ditanam oleh Wartini tidak berbunga. Menurutnya hal itu akibat dari banyaknya jumlah pengunjung yang menginjak-injak tanamannya itu pada dua tahun lalu.
Diakuinya lantaran tak berbunga pengunjung menjadi menurun deratis. Kata Wartini banyak pengunjung yang kecewa melihat taman bunga Amarilis miliknya tak memekarkan bunga. Padahal kata dia tak sedikit dari pengunjung yang datang jauh-jauh dari luar daerah.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2014/12/04/yuk-berburu-bunga-amaryllis-di-patuk-gunungkidul-557123">Yuk, Berburu Bunga Amaryllis di Patuk Gunungkidul
“Kemarin ada yang dari Bogor dan juga Riau, mereka kiranya berbunga tapi malah cuma sedikit yang berbunga. Tapi ya mereka tetap menanti semoga tahun depan bisa berbunga seperti dua tahun lalu,” kata dia, Minggu (15/1/2017)
Wartini tetap yakin jika nanti taman bunga amarilis miliknya itu dapat memekaran bunga kembali. Upaya perawatan telah kerap dia lakukan, bersama dengan suaminya dia menyiangi rumput yang tumbuh liar bersama dengan tanaman bunga amarilis itu.
Selain itu, dia telah melakukan antisipasi jika sewaktu-waktu pengunjung kembali membludak. Seutas tali plastik dia gunakan untuk membuat batas antara taman bunga dengan jalan khusus yang dapat dilalui pengunjung.
“Rencana kalau sudah ada dana nanti akan dikonblok,” tambahnya.
Ditemui terpisah, salah seorang wisatawan asal Lampung, Ikhwan, mengakui mulanya dia penasaran dengan taman bunga Amarilis yang sempat menjadi viral di media sosial itu. Dia ingin melihat langsung taman bunga yang dicitrakan sebagain orang seperti taman di luar negeri tersebut.
Namun setelah mengetahui bahwa taman bunga amaris tak memekarkan bunga, dia kemudian mengurungkan niatnya.
“Ya kecewa, padahal sudah pengen ke sana [taman bunga amaris],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.