Dua Balita Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Banyumanik Semarang
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Pengasapan atau fogging untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD) di kawasan perumahan TNI AU Lanud Iswahjudi, Magetan, Jumat (5/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf) Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai mewabah di wilayah Magetan. Warga pun waspada dengan penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu, tak terkecuali penghuni perumahan TNI AU Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Maka langkah pencegahan pun dilakukan, termasuk pengasapan atau fogging untuk memutus rantai hidup nya
Demam berdarah Jogja, jumlah kasus meningkat.
Harianjogja.com, JOGJA -- Jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue di Kota Jogja mengalami peningkatan di tahun 2016. Meningkatnya jumlah kasus penyakit demam berdarah salah satunya dipengaruhi faktor keterlambatan dan jejak rekam medis yang berpindah-pindah.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/16/demam-berdarah-jogja-2016-kasus-meningkat-capai-1-696-kasus-785083">DEMAM BERDARAH JOGJA : 2016, Kasus Meningkat Capai 1.696 Kasus
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Yudiria Amelia mengakui kasus demam berdarah memang mengalami kenaikan. Upaya untuk menekan angka penyakit ini memang tidak mudah. Dilihat dari faktor penyebab, kata Amel, ada beberapa aspek yang menyebabkan tingginya kasus ini.
"Harapan kami memang demam berdarah pada masyarakat dapat segera terdeteksi, sehingga dapat ditekan. Akan tetapi, ada kasus DBD yang penderitanya berpindah-pindah pemeriksaan," papar Amel, Senin (16/1/2017)
Misalnya, pagi warga yang terindikasi demam berdarah memeriksakan diri ke Puskesmas. Karena tidak kunjung membaik, sore harinya atau keesokan hari melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
"Runtutan rekam medis yang berpindah-pindah ini yang bisa memengaruhi penanganan terhadap pasien. Selain itu, sekarang jenis virusnya juga semakin beragam," jelasnya.
Potensi penyakit ini masih tinggi ditahun 2017. Apalagi cuaca yang tidak menentu yang terjadi sepanjang Januari hingga Mei dapat mendorong peningkatan kasus penyakit demam berdarah.
Amel mengungkapkan, terutama yang perlu diimbau adalah rentang usia tujuh sampai 12 tahun yang memiliki risiko lebih tinggi terjangkit demam berdarah. "Perlu diimbau adalah rumah kosong, indekos dan sekolah-sekolah. Karena beberapa kasus terjadi di lingkungan sekolah," imbuh Amel.
Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Jogja, Endang Sri Rahayu menambahkan yang perlu diwaspadai dari penyakit ini tidak hanya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Akan tetapi juga pentingnya memahami tanda-tanda kedarutan saat kondisi tubuh anak atau pasien mengalami perubahan yang drastis.
"Misalnya, badannya panas tinggi tiba-tiba suhunya turun drastis. Belum tentu ini melewati masa kritis. Lalu kondisi fisik anak yang biasanya ceria tiba-tiba lemas. Orang tua harus mewaspadai hal ini," jelas Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Bandara Soetta memperpanjang penutupan penerbangan hingga 23.59 WIB akibat erupsi Anak Krakatau. Penumpang diminta cek status penerbangan.
Prabowo memantau erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada penerbangan. Enam bandara ditutup sementara akibat abu vulkanik.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan Garuda GA-981. Sebanyak 382 jamaah umrah dari Jeddah dialihkan mendarat ke Aceh.