HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Cabai Rawit Dikendalikan Spekulan, Ini Penjelasannya

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Senin, 16 Januari 2017 22:20 WIB
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Cabai Rawit Dikendalikan Spekulan, Ini Penjelasannya

Seorang petani menunjukkan cabai rawit hasil panen di lahan perkebunan cabe di Kediri, Jawa Timur, Jumat (30/1/2015). Petani cabai mengeluhkan fluktuasi harga cabai di tingkat petani yang terjadi selama satu bulan terakhir, dari harga Rp42.000/kg turun hingga Rp30.000/kg dan kembali naik menjadi Rp35.000/kg. Terakhir, harga cabe rawit di tingkat petani turun menjadi Rp28.000/kg sampai Rp25.000/kg. (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)

Harga kebutuhan pokok berupa cabai rawit kembali naik.

Harianjogja.com, JOGJA -- Harga cabai rawit merah kembali mengalami kenaikan Rp7.667 per kg sehingga harga rata-rata di Jogja mencapai Rp96.667 per kg. Kenaikan harga ini diyakini akibar dari ulah spekulan.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Gatot Saptadi mengungkapkan, ada pihak yang bermain atau spekulan sehingga harga cabai melambung tinggi. Kenaikan harga cabai rawit merah dinilai tidak wajar karena tidak diikuti kenaikan harga jenis cabai lainnya.

"Kalau dari sisi teori ekonomi, produksinya itu banyak dan demand atau permintaannya itu tidak seberapa. Tapi kok kayak gini [harga tinggi]. Artinya, jalur distribusi memang dibuat seperti ini. Ada tangan-tangan yang sulit tersentuh," ujar dia ketika ditemui di kantornya di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (16/1/2017).

Kemudian, dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, ada kebijakan agar setiap rumah tangga menanam lima tanaman cabai. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, masyarakat tidak akan terganggu dengan kondisi harga di pasaran yang fluktuatif. Diharapkan, kebijakan itu bisa mengganggu jalur distribusi yang panjang ini yang membuat harga tinggi.

==

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis