HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Rawit Kembali Pedas, Ini Langkah yang Disiapkan Pemerintah

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Selasa, 17 Januari 2017 06:21 WIB
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Rawit Kembali Pedas, Ini Langkah yang Disiapkan Pemerintah

Seorang pedagang kebutuhan pokok melayani pembeli di Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Kamis (5/1/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Harga kebutuhan pokok berupa cabai rawit kembali naik.

Harianjogja.com, JOGJA -- Harga cabai rawit merah kembali mengalami kenaikan Rp7.667 per kg sehingga harga rata-rata di Jogja mencapai Rp96.667 per kg. Kenaikan harga ini diyakini akibar dari ulah spekulan.

Baca Juga :http://m.solopos.com/2017/01/16/harga-kebutuhan-pokok-harga-cabai-rawit-dikendalikan-spekulan-ini-penjelasannya-785087"> HARGA KEBUTUHAN POKOK : Harga Cabai Rawit Dikendalikan Spekulan, Ini Penjelasannya

Mengatasi hal ini, kata Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Gatot Saptadi, pemerintah DIY sendiri, melalui program rumah pangan kita, toko tani, dan kios Segoro Amarto diharapkan bisa memberikan referensi harga dan intervensi pasar secara langsung. Tidak menutup kemungkinan, RPK, toko tani, dan Segoro Amarto bisa langsun menyerap cabai dari petani untuk dijual langsung ke konsumen.

"Sangat memungkinkan. Untuk melakukannya, Bulog memungkinkan tapi harus dipikirkan secara matang karena usia cabai itu pendek. Kalau dipandang dua hingga tiga hari bisa langsung habis ya itu bisa dilakukan," kata dia, Senin (16/1/2017).

Tata niaga yang ada harus diperbaiki atau pemerintah bisa menciptakan jalur sendiri. Masing-masing kebijakan memiliki risiko meskipun dari sisi pemerintah tidak ada masalah jika harus memborong cabai karena sistemnya subsidi.

"Kami sudah koordinasi dengan Bulog tetapi mereka harus berhitung dulu," tutur dia.

Gatot menjelaskan, kondisi saat ini sudah tidak wajar. Operasi pasar hanya solusi sementara untuk mengganggu harga di pasar. Setelah operasi pasar, harga cabai kembali naik. Cabai rawit juga merupakan bahan pangan yang menjadi pemicu inflasi meskipun bobotnya tidak sebesar beras.

"Upayanya memang tidak cuma operasi pasar yang temporer. Kita lakukan koordinasi sehingga pelaku pemerintah yang bergerak misalnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Disperindag]. Kalau kita langsung ke petani ya tidak bisa," kata dia.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yuna Pancawati mengatakan, data pantauan pasar menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah mengalami kenaikan di atas 5% yakni 7,93% atau Rp7.667 per kg. Harga rata-rata cabai rawit merah di Jogja yang sebelumnya Rp89.000 per kg, per Senin (16/1/2017) naik menjadi Rp96.667 per kg. Sementara, harga cabai rawit hijau nak 4,73% dari Rp53.667 per kg menjadi Rp56.333 pr kg.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian DIY mengaku cukup heran dengan kenaikan harga cabai rawit merah dan tidak diikuti cabai lainnya. Ia mengatakan, telah melakukan survei di tingkat petani mengenai harga.

"Jumat kemarin teman-teman turun ke lapangan untuk mengecek harga. Ternyata ada yang masih Rp50.000 per kg, Rp60.000 per kg. Kalau di Jawa Tengah kabarnya dari petani sampai Rp75.000 per kg," ujar dia.

Terdapat selisih harga yang sangat besar dari tingkat petani hingga konsumen. Hal ini menandakan panjangnya rantai distribusi sehingga perlu diperpendek. Selain itu, harga cabai di DIY juga terpengaruh dari luar DIY. Ketika dalam media massa disebutkan harga di suatu daerah tinggi, ada kecenderungan petani di DIY ikut menaikkan harga karena tergiur keuntungan yang lebih tinggi.

"Kami mendorong masyarakat untuk tingkat rumah tangga, menanam sendiri cabai rawit di lingkungan rumah. Paling tidak, saat ada kenaikan harga, mereka tidak perlu membeli," ungkap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis