Cegah Kasus Bunuh Diri, Polres Gunungkidul Gandeng Tokoh Agama

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 18 Januari 2017 18:55 WIB
Cegah Kasus Bunuh Diri, Polres Gunungkidul Gandeng Tokoh Agama

Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)

Kepolisian Resort Gunungkidul masih menyoroti tingginya kasus bunuh diri

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepolisian Resort Gunungkidul masih menyoroti tingginya kasus bunuh diri, sosialisasi terus dilakukan untuk pencegahan bunuh diri. Hal itu demi menekan angka bunuh diri yang sepanjang 2016 terjadi 33 kasus.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, dari 33 yang orang itu tersebar hampir merata di 18 kecamatan. Untuk kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Semanu dengan enam orang, lalu Kecamatan Wonosari dengan lima kasus dan satu percobaan bunuh diri. Untuk kecamatan yang nihil kasus bunuh diri di antaranya Kecamatan Rongkop, Paliyan, Saptosari, Patuk, dan Tepus.

Dia menjelaskan kini pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan baik melalui tokoh agama, pemerintah dan Babinkamtibmas untuk mencegah kasus bunuh diri.

"Pada 2016 total ada 33 kasus bunuh diri semuanya dengan cara gantung diri. Kami berusaha untuk menekan angka bunuh diri. Perlu upaya bersama-sama," katanya, Selasa (17/1/2017).

Nugrah mengatakan, pelaku bunuh diri jika dilihat dari keterangan saksi cukup beragam mulai masalah ekonomi hingga kasus penyakit. Sehingga menurut dia peran serta tokoh masyarakat pemuka adat dan juga pemuka agama untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online