Dampak Bullying Bisa Terbawa, Sikomhati.di Diterapkan SMK di Tepus
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.
Titik coretan tangan di kursi yang menjadi bagian street furniture Jalur Pedestrian Malioboro tepatnya di depan Dinas Pariwisata, terlihat, Kamis (29/1/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Penataan Malioboro terganggu dengan adanya aksi vandalisme
Harianjogja.com, JOGJA -- Kursi kayu jati yang menjadi bagian dari street furniture jalur pedestrian Malioboro mulai menjadi objek corat coret alias vandalisme. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai coretan itu sebagai bentuk sentimen terhadap Malioboro yang kini mulai tertata rapi.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/19/penataan-malioboro-kursi-jalur-pedestrian-jadi-objek-vandalisme-786118">PENATAAN MALIOBORO : Kursi Jalur Pedestrian Jadi Objek Vandalisme
Dimintai komentar terkait aksi vandalisme di kawasan Malioboro, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku belum mendapatkan laporan dari dinas terkait. Ia menilai tindakan corat coret itu merupakan bentuk sentimen seseorang terhadap kawasan Malioboro yang sudah tertata rapi.
"Ra ngerti aku, kok rung ono sing lapor. Itu sentimen aja, sentimen Malioboro [karena sudah] bagus," kata Sultan di Kepatihan.
Namun seharusnya hal itu tidak terjadi. Segala tindakan, kata Sultan, pada dasarnya harusnya disertai kesadaran. Jika pelaku corat coret itu anak SMP atau bahkan SMA tentu mereka sudah memiliki daya pikir rasional, bahwa tindakan tersebut tidaklah baik.
"Jadi kalau corat coret itu ya mesti disengaja, tidak mungkin tidak disengaja. Dan memang punya alasan. Bukan masalah graviti di tempat lain supaya dikenal, enggak. Ya supaya biar Sultan-nya tercoreng sajalah, itu aja," ucap HB X.
Perbaikan Butuh Waktu
Menurut Manajer Proyek Revitalisasi Malioboro Tahap I Eri Purnomo Listiyanto, kedua titik kursi yang menjadi objek vandalisme itu memang masih menjadi tanggungjawabnya selaku pelaksana proyek selama enam bulan sejak diresmikan Desember 2016 lalu. Akantetapi, hingga Kamis (19/1/2017) kemarin, ia mengaku sengaja belum melakukan perbaikan.
Perbaikan akan dilakukan dengan membersihkan coretan bangku itu menggunakan peralatan amplas. Setelah objek coretan halus akan dipoles dengan teak oil atau dikenal dengan minyak jati sehingga, kursi tetap kelihatan kayu jati alami.
Ery menegaskan, dalam berbagai kesempatan pihaknya selalu melakukan pengawasan. Ia berharap ke depan pengunjung tidak melakukan tindakan serupa.
"Mudah-mudahan tidak bertambah banyak [coretannya], sekalian kita revisi [perbaiki]. Diamplas, kemudian sampai tulisan hilang. Baru teak oil ulang. Karena itu tidak pakai cat, agar natural. Dengan harapan kayunya jati Perhutani yang [dibeli] mahal, biar teksturnya kelihatan ya idealnya kita teak oil," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.
Bakom meminta masyarakat merujuk informasi resmi pemerintah terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan isu tsunami.