Hasil Liga Italia: Como Comeback dan Menang 4-1 atas Genoa
Hasil Como vs Genoa berakhir 4-1. Como bangkit setelah tertinggal dan kini memuncaki klasemen sementara Liga Italia.
Ilustrasi bongkar muat elpiji 12 kg (JIBI/Bisnis/Dok.)
Pencemaran udara yang terjadi di Baciro disoal.
Harianjogja.com, JOGJA -- Ribuan warga di empat RW Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja mengeluhkan bau menyengat dari Depo tabung gas elpiji bekas yang berada di RT22/RW05 Jalan Argolubang, kelurahan setempat. Warga meminta aktivitas pembongkaran tabung gas elpiji bekas segera dihentikan karena warga menderita mual-mual akibat bau gas elpiji.
Ketua RT34/RW10 Baciro Servasius Wue menjelaskan, pihaknya mendapat keluhan warga terkait bau menyengat gas elpiji di sekitar depo sejak sebulan terakhir. Warga mengeluhkan pusing hingga mual karena bau gas yang hampir terhirup setiap hari. Beberapa warga juga merasa tidak nyaman ketika akan santap makan di rumah.
"Baunya hampir setiap hari, sampai mual. Anak saya kalau pulang sekolah tidak mau makan, selalu bilang kok mambu pak, bau gas elpiji, padahal itu," terangnya, Rabu (25/1/2017) pagi.
Keluhan mual, kata dia, sebagian besar dirasakan ibu-ibu dan anak. Ia khawatir jika, peristiwa itu terus terjadi akan menganggu kesehatan warga. Parahnya, bau menyengat itu juga berdampak pada kegiatan usaha kuliner warga yang berada di sekitar depo. Pembeli turut mengeluhkan bau gas dikhawatirkan terus menurunkan jumlah pembeli.
Adapun warga yang mengeluhkan hampir merata berada di RW05, RW06, RW07 dan RW10. Mereka terdiri atas ribuan jiwa dalam ratusan kepala keluarga. "Mereka [petugas depo] tidak berfikir, jadi asal pecah [tabung gas]. Warga nggak doyan makan, dampaknya juga ke warung-warung makan di sekitar sini," ungkapnya.
Warga Baciro lainnya Ganefawan menambahkan, pihaknya sempat diundang Pertamina tentang sosialisasi adanya pelelangan tempat penghancuran tabung gas di lokasi depo pada Nopember 2016. Karena warga yang berdekatan depo menolak, akhirnya disepakati depo itu hanya untuk menyimpan tabung gas bekas saja alias tidak ada aktivitas penghancuran.
Namun kenyataannya, saat ini justru ditambah dengan aktivitas penghancuran tabung bekas, akibatnya bau menyengat terjadi nyaris setiap hari. Perwakilan warga belum secara resmi melayang protes kepada pertamina. Tetapi, pernah mendatangi depo melakukan protes terkait bau menyengat. Pihaknya berencana melayangkan protes secara resmi kepada Pertamina.
"Tetapi mereka menjawab, alasannya masih diambang batas normal," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil Como vs Genoa berakhir 4-1. Como bangkit setelah tertinggal dan kini memuncaki klasemen sementara Liga Italia.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Penerbangan Singapura-Jakarta tertunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Singapore Airlines menyiapkan hotel dan taksi bagi penumpang terdampak.
Gunung Semeru erupsi Minggu pagi dengan kolom letusan 1.000 meter. Warga diminta menjauhi Besuk Kobokan dan radius 5 km dari kawah.
IRGC Iran mengklaim rudal balistik menghantam kapal perang AS. CENTCOM menyebut kedua kapal berhasil menghindari serangan.