283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Mitigasi bencana juga harus dimiliki oleh siswa
Harianjogja.com-KULONPROGO- Pengetahuan mitigasi bencana di sekolah siaga bencana (SSB) diharapkan dapat membantu warga di sekitarnya ketika bencana datang. Dengan begitu, siswa-siswi juga dapat berperan aktif membantu korban bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, hingga kini tercatat sebanyak 46 SSB yang dibentuk Pemkab Sleman. Pembentukan SSB tersebut dilakukan agar seluruh elemen mulai pemerintah, sekolah hingga masyarakat siap menghadapi bencana.
“Semua pihak harus tanggap, tangkas dan tangguh saat menghadapi bencana,” kata Supriyanto saat gelar Gladi Lapang Sekolah Siaga Bencana SMA Muhammadiyah 1 Prambanan, Sleman, Selasa (21/2/2017).
Dia menjelaskan, wilayah Sleman berdasarkan kondisi geografisnya memiliki tujuh potensi ancaman bencana mulai erupsi Gunung Merapi, banjir, angin kencang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, dan gempa bumi.
Berdasarkan kondisi tersebut kesadaran masyakarat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan. Selain lembaga pendidikan, tahun ini pun direncanakan delapan desa siaga bencana akan dirintis. “Warga akan menerima pengetahuan dan keterampilan terkait mitigasi bencana,” paparnya.
Menurutnya, beberapa lokasi bencana sulit dipetakan akibat peningkatan pembangunan akhir-akhir ini. Begitu juga jenis bencana masih sukar diprediksi. Untuk itu, masyarakat lebih baik mengantisipasi ancaman bencana sedini mungkin.
BPBD Sleman sendiri melakukan sejumlah langkah untuk antisipasi bencana. Seperti memantau aliran sungai terutama yang berhulu di Gunung Merapi, dan memetakan potensi bencana longsor di wilayah Prambanan.
Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan, pelatihan penanganan bencana tersebut diberikan kepada masyarakat termasuk siswa-siswi sekolah agar dapat siaga ketika menghadapi bencana alam. Ketika bencana alam terjadi, katanya, posisi masyarakat merupakan subjek sekaligus objek.
“Mereka menjadi sumber pokok untuk pengurangan resiko bencana itu sendiri sehingga perlu adanya pembelajaran penanggulangan bencana,” katanya.
Dia mengingatkan peristiwa gempa yang pernah terjadi di DIY beberapa tahun lalu di mana saat itu bangunan belum memenuhi standard. Pengetahuan masyarakat tentang bencana masih minim sehingga korban meninggal cukup banyak. Peristiwa tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak terjadi lagi jika masyarakat dibekali dengan berbagai pelatihan. “Itu dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban dan dapat mengantisipasi ketika bencana terjadi,” kata bupati.
Saat gladi lapang bencana tersebut, siswa-siswi SMA 1 Muhammadiyah Prambanan memperagakan kesiapsiagaan ketika gempa bumi. Kepala Sekolah SMA 1 Muhammadiyah Prambanan Sukardi mengumpulkan Tim Siaga Sekolah (TSS) untuk mengecek kesiapan masing-masing.
Tim kemudian mengevakuasi 268 siswa ke titik kumpul aman. “Kami juga menerima bantuan berupa HT, megaphone, seperangkat alat evakuasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Veda Ega Pratama kecewa setelah Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Ia kini mengalihkan fokus ke GP Malaysia.
SUV hybrid ini juga dibekali fitur penyuplai listrik untuk perangkat eksternal dan diklaim berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan satu tang
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.
Deezer menyiapkan fitur untuk menyaring lagu yang sepenuhnya dibuat AI. Perusahaan telah mendeteksi lebih dari 42 juta lagu AI.
Malaysia menyita 5.801 mainan squishy tanpa tanda keselamatan. Simak lima tips bagi orang tua untuk memilih mainan yang lebih aman.