HARGA KEBUTUHAN POKOK : Bukan Persoalan Cuaca tapi Permainan Mafia Cabai

Rabu, 22 Februari 2017 22:20 WIB
HARGA KEBUTUHAN POKOK : Bukan Persoalan Cuaca tapi Permainan Mafia Cabai

Seminar Harga Cabai Semau Gue menjadi ruang diskusi oleh pelaku usaha kuliner, petani hingga mahasiswa yang digelar Aspekindo dan PWI Jogja di Gedung PWI Jogja, Rabu (22/2/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)

Harga kebutuhan pokok untuk cabai tetap tinggi

Harianjogja.com, JOGJA -- Harga cabai rawit yang masih dijual tinggi hingga saat ini, tidak lagi sekadar persoalan cuaca. Permainan harga oleh mafia cabai dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya harga cabai yang dianggap tidak wajar.

Hal itu terkuak dalam Seminar Harga Cabai Semau Gue yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Aspekindo) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jogja, Rabu (22/2/2017). Ketua Aspekindo, Yoyok Hery Wahyono mengungkapkan fenomena harga cabai ini menjadi keresahan bersama tidak hanya bagi masyarakat atau konsumen cabai, tetapi juga dunia usaha di bidang kuliner.

"Kami mengajak PWI, sebenarnya ingin tahu ada apa dengan fenomena cabai yang luar biasa ini. Ternyata di sini, harga [cabai] sekarang bukan lagi masalah cuaca tetapi ada pihak-pihak yang memainkan harga cabai jadi mahal, dari situ ada mafia cabai," ujar Yoyok di Gedung PWI Jogja.

Direktur Waroeng SS ini mengatakan dengan kondisi mahalnya harga cabai di Indonesia ini, justru berbanding terbalik dengan harga-harga cabai di luar negeri. Yoyok mencontohkan harga cabai di negara-negara seperti Timur Tengah, Vietnam maupun Selandia Baru harganya bahkan tidak lebih dari Rp50.000 per kilogram.

Sementara harga cabai di Indonesia berkisar dari Rp100.000 hingga Rp200.000 per kilogramnya. Bahkan, kata Yoyok, harga cabai di cabang Waroeng SS miliknya di daerah lain, harganya bisa lebih tinggi dan bervariasi.

"Seperti cabang kami di Surabaya, satu kota hanya beda pasar untuk membeli cabai, harganya bisa terpaut Rp30.000 per kilonya," imbuh Yoyok.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online