JALAN TOL JOGJA - SOLO : Lalin Padat, Jogja-Solo Diprioritaskan

Sunartono
Sunartono Rabu, 01 Maret 2017 10:55 WIB
JALAN TOL JOGJA - SOLO : Lalin Padat, Jogja-Solo Diprioritaskan

JALAN TOL SEMARANG Sebuah alat berat melakukan pengerukan tanah di lokasi proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen di Desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/1). Jalan tol sepanjang 11,9 kilometer yang sesuai rencana beroperasi pada akhir tahun lalu itu terpaksa ditunda pengoperasiannya karena adanya masalah pada kondisi tanah yang bisa menyebabkan terganggunya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Jalan Tol Jogja-Solo diharapkan pembebasan jalan di area yang telah ada.

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono menyarankan tidak adanya pembebasan lahan di wilayah Prambanan untuk pembangunan tol Jogja - Solo karena dikhawatirkan menabrak sejumlah situs yang belum jelas keberadaannya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan akan melakukan kajian khusus agar pembangunan tidak melewati wilayah yang berpotensi menyimpan situs cagar budaya.

Baca Juga : JALAN TOL JOGJA - SOLO : Penetapan Lokasi Berada di Tangan Gubernurhttp://m.solopos.com/?p=797326">http://m.solopos.com/?p=797326

Tol Jogja - Solo, kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna, lebih dahulu dibangun daripada ruas tol Jogja - Cilacap. Alasannya karena permintaan ruas Jogja - Solo tergolong tinggi dan lebih mendesak. Tetapi ia berharap ada cross subsidi, sehingga nantinya ruas tol yang ramai bisa mensubsidi ruas yang sepi pengguna, sehingga tol yang dibangun bisa lebih panjang.

Adapun ruas kedua tol ini, kata dia, akan dibagun melalui mekanisme unsolicated project atau prakarsa proyek kerjasama yang diajukan badan usaha swasta. Zuna memastikan, ruas Jogja - Solo akan dilelang pada akhir 2017, targetnya pada April 2017 mendatang sudah ada pihak yang mengajukan sebagai investor. Jika April sudah ada yang masuk, maka selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk menentukan lokasi.

"Kalau Jogja - Solo itu kan rencananya ada unsolicited, dimulai dari selatan dari Cilacap sampai ke Solo. Nah itu bagiannya nanti diharapkan April [2017] masuk, nanti kita evaluasi paling akhir tahun mungkin ya dilelang. Mudah-mudahan begitu, nanti kita tunggu April seperti apa," jelasnya  saat dimintai konfirmasi Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Selasa (28/2/2017).

Sedangkan, pembangunan tol Jogja - Bawen yang akan dilakukan lelang secara terbuka. Oleh karena itu pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan semua studinya. Sedangkan ruas Jogja Solo dan Jogja - Cilacap akan dilakukan oleh pemrakarsa. Meski selisih rencana pembangunannya tidak terpaut jauh, namun Jogja - Solo dimungkinkan lebih awal ketimbang Jogja - Bawen.

"Tetapi, mestinya bersamaan, tapi Jogja-Bawen itu tahun ini kita baru studi, sampai akhir tahun, kalau pun pengadaan ya awal tahun depan baru mulai. Ini kami lihat sebagai suatu jaringan, terintegrasi," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online