CUACA EKSTREM : Muncul Bau Belerang saat Banjir di Sungai dari Gunung Merapi

Kamis, 02 Maret 2017 12:55 WIB
CUACA EKSTREM : Muncul Bau Belerang saat Banjir di Sungai dari Gunung Merapi

Foto ilustrasi Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi)

Cuaca ekstrem berupa hujan menyebabkan bau belerang muncul di sungai yang berhulu di Gunung Merapi

 

Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan Sleman menyebabkan kenaikan debit air sungai-sungai yang berhulu Merapi.

Sempat muncul isu terjadi banjir lahar hujan. Akibat jebolnya tanggul di sungai yang berhulu Merapi seperti Kaligendol, Kalikuning dan Kaliboyong. Namun isu tersebut dibantah oleh Kepala Desa Kepuharjo Heri Saptono.

"Negatif banjir lahar hujan, termasuk di Kaligendol. Kondisi aman," katanya saat dihubungi Harianjogja.com Rabu malam.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho. Menurutnya, tidak benar ada banjir lahar. "Memang [debit] aliran dari hulu naik, namun bau belerang [yang tercium berasal dari] sisa endapan [di kali]," jelasnya saat dihubungi terpisah.

Dia menjelaskan, bagian hulu Kali Kuning dan Boyong memang terjadi hujan lebat sejak sore sekira jam 16.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan endapan terbawa arus dan menimbulkan bau belerang.

Sementara intensitas hujan yang lebat pada Rabu sore tersebut belum berdampak pada wilayah pemukiman warga di sepanjang Kali Kuning.

Tingginya intensitas hujan dan endapan yang terbawa arus ke hilir, lanjutnya, menyebabkan terjadinya luapan di Kali Code. "Luapan air Kali Code terjadi di kampung Cokrodirjan dan Ratmakan, namun terkondisi dan sudah surut," terangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online