PENANGGULANGAN TERORISME : Redam Radikalisme, BNPT Perkuat Konten Positif di Dunia Maya

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 03 Maret 2017 05:20 WIB
PENANGGULANGAN TERORISME : Redam Radikalisme, BNPT Perkuat Konten Positif di Dunia Maya

Ratusan orang dari berbagai organisasi masyarakat menggelar aksi penolakan terhadap ISIS dan paham radikalisme, di kawasan Taman Pancasila, depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Minggu (5/4/2015). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Penanggulangan terorisme dapat dilakukan dengan banyaak cara

Harianjogja.com, SLEMAN -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menggandeng lebih banyak anak muda untuk menyebarkan konten positif di dunia maya. Konten positif dan damai tersebut diyakini dapat membendung paham radikalisme yang terjadi saat ini.

Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir mengatakan, pihaknya akan terus menggaet kalangan muda untuk tergabung dalam misi tersebut. Mereka akan mendapatkan pelatihan untuk melengkapi 1.000 orang pasukan cyber yang sebelumnya dibentuk.

"Saat ini kami memiliki tiga website khusus dengan konten positif seperti Damailah Indonesiaku, Jalan Damai dan Damai.id," katanya kepada wartawan dalam sarasehan bersama 200 orang pegiat dunia maya di Ballroom The Alana Hotel, Kamis (2/3/2017).

Peserta sarasehan tersebut, katanya,  berasal dari empat provinsi mulai Sumatera Utara, DIY, Jakarta dan Makassar. Sarasehan tersebut digelar untuk meningkatkan produktivitas konten damai di dunia maya.

"Kami berharap dunia maya terus dibanjiri dengan berita-berita yang positif, bukan hoax dan mengandung paham radikal. Tahun ini kami akan gandeng lagi ribuan orang di tujuh kota besar seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Jawa Timur," katanya.

Pegiat anti hoax Septiaji Eko Nugroho menilai, masyarakat mudah dipengaruhi oleh informasi atau berita yang tidak benar. Hal itu terjadi karena budaya literasi masyarakat masih sangat rendah.

"Masyarakat mudah sekali menerima dan menyebarkan berita hoax karena budaya membaca rendah. Ke depan perlu ditingkatkan lagi budaya membaca agar dapat terhindar dari berita tidak benar," usulnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online