Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Pengunjung Museum Gunung Merapi (MGM) mendengar penjelasan pemandu wisata di sekitar diorama Gunung Merapi, Kamis (26/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Wisata Sleman berupa museum Gunung Merapi mengalami kerusakan
Harianjogja.com, SLEMAN– Gedung Museum Gunung Merapi (MGM) yang terletak di jalan Boyong, Dusun Banteng Hargobinangun, Pakem segera direnovasi. Dibutuhkan dana sekitar Rp500 juta untuk merehab museum geo-wisata tersebut.
PLt Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Aji Wulantara menjelaskan perbaikan gedung MGM akan dilakukan bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung.
“Dari kementerian sudah datang. Mereka sudah melakukan estimasi awal dana untuk perbaikan museum tersebut,” katanya saat jumpa pers di Ruang Humas Pemkab Sleman, Jumat (3/3/2017).
Perbaikan gedung yang berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung. Pasalnya museum yang berada di Lereng Merapi itu merupakan salah satu icon pariwisata unggulan di Sleman. Saat ini, katanya, sejumlah bagian atap gedung seluas 4.470 meter persegi tersebut mulai retak.
“Kondisi tersebut menimbulkan kebocoran di beberapa bagian saat hujan turun. Ketika hujan turun, petugas langsung meletakkan ember di beberapa titik untuk menampung air hujan,” kata Aji.
Selain itu, sejumlah ruangan terutama di lantai atas MGM tidak digunakan secara optimal. Akibatnya, sebagian fasilitas di ruangan tersebut menjadi rusak. Dinding ruangan selain tidak terawat juga banyak yang terkelupas. Warga cat juga memudar. Tidak jarang, beberapa ruangan di bagian atas gedung tersebut justru menjadi sarang burung.
Meski MGM aset milik Pemkab Sleman, lanjut Aji, pengelolaannya dilakukan bersama Badan Geologi Bandung. Pemkab, lanjutnya, berencana untuk mengelola MGM secara mandiri. Kerja sama pengelolaan antara Pemkab dengan Badan Geologi dilakukan hingga 2019 mendatang.
“Perbaikan MGM belum bisa dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Sleman. Kalau pengelolaannya sudah 100 persen di bawah Pemkab, perbaikannya bisa dianggarkan melalui Danais [Dana Keistimewaan],” kata Aji.
Kepala Bidang Dokumentasi Sarana dan Prasarana Kebudayaan Disbud Sleman, Wasita menambahkan, Pemkab menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke MGM untuk tahun ini sebanyak 350.000 wisatawan dengan target pendapatan 2017 sebesar Rp2 miliar. Adapun jumlah kunjungan selama awal tahun ini rata-rata sebanyak 42.000 wisatawan per bulan.
“Kami optimis, MGM dapat meraih target kunjungan serta pendapatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F Piala Asia 2027. Simak tanggal dan jam pertandingannya.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan nelayan, pengembangan energi hijau, hingga penghayat kep
Kapan waktu terbaik untuk sunat anak laki-laki? Kenali pertimbangan usia, manfaat, kondisi medis, dan hal yang perlu diperiksa sebelum sunat.
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Perintis Berdaya mengandalkan empat pilar, mulai dari pendampingan usaha dan pembiayaan UMKM hingga perluasan pasar dan pelindungan pekerja migran.