Loker Solo Terbaru 2026, Ada 1.000 Lowongan di Job Fair Gratis
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Underpass di simpang Kentungan dan Gejayan sampai saat ini masih menunggu keluarnya dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup
Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pembangunan underpass di simpang Kentungan dan Gejayan sampai saat ini masih menunggu keluarnya dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.
Kepala DLH Sleman Purwanto mengatakan, pembangunan kedua underpass tersebut membutuhkan kajian mendalam dan menyeluruh. Pasalnya, lokasi pembangunan underpass tersebut merupakan lokasi padat.
"Pembangunan underpas itu diperkirakan dapat menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap komponen lingkungan. Seperti geofisik kimia, sosial, dan kesehatan masyarakat," katanya, Selasa (7/3/2017).
Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Sleman Jenu Santoso menjelaskan, berdasarkan rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBLJN) VII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, underpass tersebut akan dibangun di kedua sisi ring road. Mirip dengan underpass di simpang Jombor saat ini yang membujur dari barat ke timur.
Panjang ring road di masing-masing persimpangan, lanjut dia, direncanakan sekitar satu kilometer. Untuk underpass di simpang Gejayan panjang pembangunannya sekitar 515 meter, dengan lebar 15,50 meter dan tinggi enam meter. Sementara di simpang Kentungan, pembangunan underpass direncanakan sepanjang 1,060 meter dengan tinggi enam dan lebar jalan 15,50 meter.
Kondisi underpass tersebut akan disesuaikan dengan hasil kajian UKL UPL yang akan dikeluarkan oleh DLH Sleman. "Untuk dua underpass yang akan dibangun, masing-masing persimpanga, di bagian sisi ring roadnya," katanya.
Sebelumnya, Kasi Amdal Lalu Lintas, Ditlantas, Polda DIY Kompol Hartoyo menjelaskan, pembangunan underpass di dua lokasi tersebut tidak lepas dari fakta kemacetan di dua titik tersebut sangat parah. Terutama terjadi ada pagi dan sore hari.
"Ke depan pemerintah menyiapkan master plan pembangunan underpass di mana nantinya tidak ada traffic light di kawasan itu," katanya di DLH Sleman.
Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Anita mengatakan, lokasi kedua underpass tersebut rekomendasi Pemprov DIY yang diusulkan masuk dalam perencanaan dan pengawasan jalan nasional (P2JN). "Target tahun ini masuk tahapan pembebasan lahan, baru 2018 mendatang tahap pembangunan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.