INFRASTRUKTUR SLEMAN : Pembangunan Jalan Sleman Gunungkidul Dianggarkan Rp61,3 Miliar

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 13 Maret 2017 16:20 WIB
INFRASTRUKTUR SLEMAN : Pembangunan Jalan Sleman Gunungkidul Dianggarkan Rp61,3 Miliar

Ilustrasi pengecatan pembatas jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Infrastruktur Sleman berupa jalur alternatif

Harianjogja.com, SLEMAN -- Rencana pembangunan jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul segera dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemkab Sleman sudah melakukan pembebasan lahan jalan alternatif yang akan dibangun tahun ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Kunto Riyadi menjelaskan, jalan alternatif tersebut menghubungkan antara perbatasan Sleman dengan Gunungkidul.

"Jalan melewati wilayah Prambanan. Penghubung kedua daerah nanti akan dibangun jembatan Lemahabang," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (12/3/2017).

Jembatan tersebut hanya jembatan gantung yang hanya bisa digunakan untuk jalur sepeda motor. Jika pembangunan jembatan tersebut selesai dilakukan, maka kendaraan roda empat bisa melalui jalur tersebut.

"Untuk detail teknisnya yang mengetahui DPUP-ESDM DIY karena proyek ini dikerjakan oleh provinsi. Pemkab hanya melakukan pembebasan lahan," tambah Sekda Sleman Sumadi.

Jalur alternatif tersebut akan dibangun di antara Dusun Lemahabang, Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman dengan Dusun Gembyong, Desa Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul. Selain untuk mengurai kemacetan di jalur utama kawasan perbukitan Patuk, jalur tersebut nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. Jika panjang jalan yang akan dibangun di wilayah Gunungkidul dua kilometer maka untuk wilayah Sleman hanya satu kilometer.Dianggarkan Rp61,3 Miliar

Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Sugaib menjelaskan, Pemda DIY menyiapkan anggaran Rp61,3 miliar untuk membangun jalur tersebut. Dana yang dianggarkan termasuk  pembangunan jembatan. Jembatan lama akan dibongkar dan diganti dengan jembatan baru.

"Tahun ini pembangunan ditargetkan selesai, tahun depan sudah bisa digunakan," katanya.

Menurutnya, jalur tersebut akan melewati wilayah perbukitan. Salah satu titik jalan yang dinilai curam berada di Dusun Lemahabang, Gayamharjo, Prambanan. Jalur tersebut nantinya akan diratakan agar tidak terlalu membahayakan.

"Selain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar, jalur tersebut bisa juga dijadikan jalur pengalihan arus. Kalau lalu lintas di jalan utama Jogja- Wonosari padat, terutama di Patuk, maka lalu lintas dapat dialihkan ke jalan tersebut," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online