WISATA KULONPROGO : Strategis, Triharjo Diminati Jadi Lokasi Waterboom

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Senin, 13 Maret 2017 23:55 WIB
WISATA KULONPROGO : Strategis, Triharjo Diminati Jadi Lokasi Waterboom

Wisata Kulonprogo bakal diperkaya dengan rencana pembangunan waterboom.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kawasan Triharjo, Wates diminati oleh investor untuk dijadikan sebagai waterboom. Setidaknya lahan seluas 1,5 hektar diproyeksi akan menjadi salah satu jenis wahana permainan tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan  mengatakan ada investor yang datang dan menyatakan minatnya tersebut.

“Investor dari Jakarta berminat meskipun sampai sekarang belum ada tindak lanjut lagi,”terangnya pada Minggu (12/3/2017).

Namun, ia menjelaskan jika sebelumnya pihak invetor disarankan bertanya langsung ke pemerintah desa terkait akan potensi tersebut. Ketersediaan luas lahan di areal tersebut juga dirasa memenuhi. Jika lahannya dipastikan sesuai kebutuhan investor, Agung mengatakan pengurusan izin sudah bisa dilakukan dengan memenuhi syarat yang ada.

Dikatakan jika Triharjo memang masuk dalam kawasan koridor ekonomi sehingga cukup potensial. Maksudnya, areal sisi jalan nasional Jogja-Purworejo tersebut memang dicanangkan dan cocok untuk usaha perdagangan dan jasa. Daerahnya yang dilintasi pengunjung bandara juga akan menambah nilai jual. Selain itu, daerah ini juga dipastikan masuk dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan bandara.

Adapun, review akan RDTR bandara sendiri akand dilakukan pada tahun ini. Perencaan ini sedianya akan meliputi kawasan hingga jarak 20 kilometer dari pintu terluar Bandara Temon.Sebelumnya, Kepala Bidang Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulonprogo, Langgeng Raharjo menerangkan langkah pertama perencanaan meliputi pengumpulan data aktivitas perekenomian serta sejumlah potensi lainnya yang bisa dikembangkan.

Jarak hingga 20 kilometer akan mencapai areal Kota Wates. Penataan ini termasuk gambaran areal yang diperuntukkan bagi investasi. Lelang akan dilakukan untuk merekrut konsultan bagi penataan ini yang tentunya akan selaras dengan pengembangan airport city yang dilakukan oleh Angkasa Pura.

Dengan demikian, kedua konsep ini bisa sama-sama mendukung dan menguntungkan. Selain itu, pertumbuhan pariwisata juga menjadi pertimbangan utama khususnya dengan akses Bedah Menoreh sebagaimana ditetapkannya Kulonprogo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) penyokong Borbudur.

Dijelaskan jika sebelumnya Pemkab Kulonprogo sudah pernah menyusun review yang nyaris serupa ketika isu bandara digulirkan. Namun, hal tersebut kemudian tak dikembangkan karena masih ada pro kontra soal lokasi bandara. Konsultas publik yang sebelumnya direncanakan kemudian juga dibatalkan atas rekomendasi dari pemerintah provinsi DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis