Skip Challenge, Remaja Tak Sadar Risiko yang Bakal Diterima

Selasa, 14 Maret 2017 08:20 WIB
Skip Challenge, Remaja Tak Sadar Risiko yang Bakal Diterima

Skip Challenge (Youtube)

Skip Challenge dilakukan remaja untuk menarik perhatian.

Harianjogja.com, JOGJA - Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM)  Koentjoro menyebutkan remaja yang suka melakukan permainan skip challenge ini telah salah kaprah dalam mengaktualisasikan sebuah tantangan memacu adrenalin.

Persoalannya, tidak banyak remaja yang mengetahui bahaya dan risiko melakukanhttp://cms.solopos.com/?p=800633"> skip challenge ini. Karenanya Koentjoro menekankan pihak sekolah untuk memberikan perhatian serius terhadap aktivitas siswanya di lingkungan sekolah. Tantangan permainan tersebut berbahaya tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa ketagihan melakukan hal serupa secara berulang.

“Permainan ini berbahaya, apalagi jika berkali-kali dilakukan,” jelasnya, Senin (13/3/2017)

Menurutnya sekolah harus mampu berlaku secara arif menghadapi persoalan ini. Sekolah diharapkan bisa mensosialisasikan risiko dan bahaya dari skip challenge. Disamping itu pula secara tegas menindak para siswanya yang melakukan tantangan berbahaya ini.

“Perlu dilihat apakah siswa melakukan atas kesadaran dan kemauan sendiri atau justru sebagai korban bullying. Kalau mengarah ke bullying maka perlu ada langkah-langkah hukum,” ujarnya.

Koentjoro juga mengajak orang tua untuk lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anaknya. Selain memantau aktivitas anak di lingkungan rumah,orang tua juga diharapkan memberikan pemahaman kepada anak tentang risiko melakukan aktivitas bahaya, termasuk skip challenge.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online