Skip Challenge dapat Berujung Kematian, Ini Penjelasannya

Selasa, 14 Maret 2017 16:55 WIB
Skip Challenge dapat Berujung Kematian, Ini Penjelasannya

Skip Challenge (Youtube)

Skip Challenge dilakukan remaja untuk menarik perhatian.

Harianjogja.com, JOGJA - Ahli Saraf Universitas Gadjah Mada (UGM) Cempaka Thursina  turut memberi peringatan kepada masyarakat tentang bahayanya melakukan permainan skip challenge.

Cempaka  menyebutkan skip challenge merupakan tindakan yang sangat membahayakan. Pasalnya dengan http://cms.solopos.com/?p=800410">menekan dada selama beberapa saat akan mengurangi pasokan oksigen ke otak yang akan menimbulkan hilangnya kesadaran maupun kejang.

Tindakan ini tidak hanya akan mengakibatkan kerusakan pada otak, tetapi juga dapat mengakibatkan kematian.

“Jika kadar oksigen di otak rendah selama 2-3 menit, maka otak akan mengalami gangguan. Bila lebih dari itu bisa menimbulkan kerusakan otak bahkan kematian,” tegasnya, Senin (13/3/2017)

Kerusakan otak ini dalam jangka panjang akan mempengaruhi kemampuan kognitif anak. Sel otak yang rusak berdampak pada gangguan berpikir dan perubahan memori.

Cempaka mengatakan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen juga dapat memunculkan stroke. Selain itu berbagai penyakit lain seperti kebutaan, tuli, dan lainnya.

“Misal kekurangan oksigen di daerah mata bisa memicu terjadinya kebutaan. Begitu pula di berbagai organ tubuh lainnya, kurangnya suplai oksigen berdanpak pada kerusakan saraf-saraf di daerah tersebut,” papar dokter spesialis saraf RSUP Dr. Sardjito ini.

Permainan skip challange ini , kata dia, juga berisiko terjadinya retak atau patahnya tulang iga karena tekanan kuat di daerah dada. Tulang iga yang retak bisa menusuk paru-paru dan mengakibatkan perdarahan pada organ ini.

“Skip challenge merupakan permainan berbahaya. Sekali menjalani tantangan bisa teratasi (siuman), tetapi jika dilakukan berulang akan berdampak serius bagi kesehatan karenanya harus di hentikan,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online