KEKERASAN JOGJA : Orang Tua Korban Duga Pelaku Telah Merencanakan Pembunuhan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 16 Maret 2017 06:20 WIB
KEKERASAN JOGJA : Orang Tua Korban Duga Pelaku Telah Merencanakan Pembunuhan

Petugas menggiring dan menunjukkan para pelaku (bersebo) bersama barang bukti senjata tajam dan tiga sepeda motor dalam sebuah jumpa pers ungkap kasus pembacokan di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (14/03/2017). Sebanyak tujuh pelaku yang sebagian besar mereka masih dibawah umur ditangkap Selasa pagi. Aksi kenakalan dan kekerasan remaja ini menewaskan Ilham Bayu Fajar, seorang pelajar SMP di Jalan Kenari pada Minggu (12/03/2017). Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri berpesan kepada orang tua agar tidak member

Kekerasan Jogja, keluarga korban membantah tudingan pelaku.

Harianjogja.com, BANTUL -- Tedy Efriansyah, orang tua almarhum Ilham Bayu Fajar Apriandi mengatakan anaknya tidak mungkin mengumpat seperti yang disebutkan dalam pengakuan para tersangka.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/03/15/kekerasan-jogja-orang-tua-ilham-sebut-anaknya-tak-mungkin-mengumpat-801797">KEKERASAN JOGJA : Orang tua Ilham Sebut Anaknya Tak Mungkin Mengumpat

Tedy Efriansyah, orang tua almarhum Ilham Bayu Fajar Apriandi menduga, pembunuhan yang dilakukan geng klitih kepada anaknya, telah direncanakan sebelumnya. Pasalnya, tiga pekan sebelumnya, tas sekolah alamarhum sempat dirampas oleh seseorang yang juga diketahui mengendarai motor KLX berwarna hitam, di sekitar Balaikota Jogja. Dan pelaku yang menyabet clurit ke dada putranya, juga mengendarai motor yang sama.

Bukan hanya itu, Tedy yang memiliki foto para pelaku ini, juga melihat ada salah satu anak yang wajahnya mirip dengan seorang anak yang pernah datang ke kediamannya. Anak tersebut datang ke rumah yang berada di Dusun Pelemwulung tanpa diketahui tujuannya.

"Saya menduga anak ini yang pernah ke sini. Istri saya yang kemudian menanyai dia, mulai dari nama, sekolahnya, siapa orang tuanya," ujar dia, sembari memperlihatkan sebuah foto dari galeri handphonenya, Rabu (15/3/2017)

Kini dirinya berharap pihak kepolisian dapat melakukan penyidikan secara mendalam kasus tersebut. Selain itu jangan sampai umur tersangka menjadi alasan polisi tidak memberikan hukum seberat-beratnya kepada pelaku. Agar tidak ada lagi kasus klitih yang meresahkan masyarakat.

"Kepada para orang tua yang lain, saya minta tolong agar menjadikan perhatian kepada anak-anak sebagai sebuah prioritas," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis