Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Banjir Jogja perlu upaya antisipasi
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja perlu membuat sejumlah sudetan untuk mengurangi volume air di Sungai Belik. Sungai tersebut selama ini menjadi langganan banjir terutama saat hujan turun lebih dari setengah jam.
"Dalam rapat musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan sudah kami wacanakan perlunya membuat sudetan," kata Lurah Klitren, Anggit Safrudin, Kamis (23/3/2017).
Anggit mengatakan usulan sudetan itu di wilayah Iromejan atau utara Jalan Urip Sumoharjo. Air dari Sungai Belik bisa dialirkan sebagian ke Sungai Code melalui drainase dibawah Jembatan Gondolayu.
Ia mengakui usulan tersebut masih dalam wacana dan belum dibahas secara serius karena membutuhkan dana besar. "Satu sudetan aja kebutuhan dananya sekitar Rp32 miliar," kata Anggit.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro mengaku sudah memiliki gambaran umum untuk mengatasi banjir Sungai Belik, salah satunya melalui penyudetan.
Selain di titik Iromejan dan Klitren, kata dia, penyudetan di wilayah Gayam juga perlu. Dari situ air Sungai Belik bisa dibuang ke Sungai Gajah Wong melalui drainase Jalan Kenari.
Wacana penyudetan ini mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Jogja. Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Aki Lukman Nur Hakim mengatakan pihaknya sudah merencanakan pembuatan sudetan untuk mengurangi volume Sungai Belik dari hulu sampai hilir.
"Rencananya ada empat titik sudetan di wilyah wilayah Gayam, Pakualaman, Babaran dan Jalan Pramuka," kata Aki.
Yang diutamakan untuk dibangun tahun ini adalah penyudetan di wilayah Jalan Pramuka. Aliran Sungai Belik hilir itu akan dialirkan ke Sungai Gajah Wong.
Ia mengatakan rencana penyudetan di tiga titik lainnya akan dianggarkan tahun depan. Menurut dia, penyudetan juga akan difungsikan sebagai saluran air hujan di jalan protokol. Karena itu pihaknya perlu memetakan beberapa proyek fisik pembangunan drainase. Aki mencontohkan penyodetan di titik Gayam akan diintegrasikan dengan drainase di Jalan Kenari.
Aki menyatakan pembangunan sudetan juga perlu koordinasi dengan provinsi dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) karena BBWSO juga memiliki kewenangan soal sungai dan pembuatan drainase. Seperti pemangunan drainase di Babaran yang rencananya akan diambil alih BBWSO sehingga pihaknya masih menunggu kepastian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRI Junio berkolaborasi dengan Mobile Legends: Bang Bang menghadirkan kartu debit edisi khusus, cashback, dan berbagai benefit untuk nasabah hingga Desember 202
Wamenhaj Dahnil mengimbau jemaah umrah memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah dan menghindari transit di Malaysia serta Singapura.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Gibran Rakabuming meminta Pertamina memperkuat pendampingan UMKM di Cilacap, termasuk penyusunan rencana bisnis dan perluasan akses pasar.
BBTE 2026 di Magelang menargetkan transaksi pariwisata Rp120 miliar. Expo ini mempertemukan pelaku industri dan membidik pasar internasional.