KETAHANAN PANGAN : Masih Ada 7 Desa di Gunungkidul Alami Rawan Pangan

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Selasa, 28 Maret 2017 17:22 WIB
KETAHANAN PANGAN : Masih Ada 7 Desa di Gunungkidul Alami Rawan Pangan

Ilustrasi bahan pangan (Google/ deptan.go.id)

Ketahanan pangan di Gunungkidul masih menjadi masalah lantaran warga terganung pada bahan pangan tertentu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Saat ini di Kabupaten Gunugkidul masih terdapat tujuh desa yang masuk kategori rawan pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Brata mengakui masih ada tujuh desa di Gunungkidul yang masuk kategori rawan pangan.

"Tujuh desa masih mengalami kerawanan pangan sampai pada 2017 ini. Jumlah tersebut masih sama seperti yang dialami pada 2016 lalu," kata dia, Selasa (27/3/2017).

Adapun tujuh desa yang memiliki kategori rawan pangan adalah Desa Mertelu di Kecamatan Gedangsari; Desa Grogol dan Desa Krasem di Kecamatan Paliyan, Desa Banyusoca di Kecamatan Playen; Desa Kenteng di Kecamatan Ponjong; Desa Wonosari dan Desa Duwet di Kecamatan Wonosari.

Menurut Bambang kerawanan pangan yang melanda ketujuh wilayah tersebut, disebabkan sejumlah hal. Di antaranya rendahnya produksi pangan di sejumlah daerah. Atau terhambatnya distribusi pangan di sejumlah daerah yang akses jalanya masih sulit.

Sedangkan di sisi lain, kecenderungan masyarakat yang masih ketergantungan dengan satu bahan pangan tertentu juga dinilai menjadi persoalan. Masyarakat kata dia, masih ketergantungan dengan beras, dan bahan pangan import lainnya seperti terigu. Sehingga belum banyak yang memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis