3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Peresmian Ikatan Koko Cici Jogja oleh salah satu perwakilan lagi JCACC di Grand Pasific Resto, Sabtu (1/4/2017). (Holy Kartika N.S / JIBI/Harian Jogja)
Tionghoa Jogja kali ini mengenai paguyuban Koko Cici
Harianjogja.com, JOGJA-Ikatan Koko Cici Jogja akhirnya resmi dikukuhkan. Paguyuban ini nantinya akan menjadi wadah bagi duta wisata untuk lebih mengenalkan budaya Jogja dan Tionghoa.
"Selama ini, Koko dan Cici Jogja belum memiliki wadah atau ikatan. Jadi sekalian dalam gathering bersama angkatan-angkatan sebelumnya, ikatan ini diresmikan," ujar Pembina Koko Cici Jogja, Agustinus Eko Agus Susanto di sela Gathering Koko Cici Jogja 2017 di Grand Pasific Resto, Sabtu (1/4/2017).
Dalam gathering tersebut dihadiri para Koko dan Cici dari angkatan pertama yang terpilih pada acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tahun 2013 lalu dan juga angkatan baru yang terpilih pada Februari 2017. Ikatan ini dimotori oleh para finalis Koko Cici 2015.
Agus mengatakan keberadaan ikatan ini diharapkan dapat merangkul para finalis Koko Cici Jogja. Tujuannya, untuk dapat selalu memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian dan promosi Jogja.
"Selain itu, gathering ini juga bertujuan untuk mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh sejumlah pihak dalam mendukung penyelenggaraan pemilihan Koko Cici Jogja selama ini," papar Agus.
Ketua Ikatan Koko Cici Jogja, Monica mengatakan ada berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan Koko Cici terpilih. Selain aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial, juga turut menjalin komunikasi yang baik dengan paguyuban-paguyuban lain yang ada di Jogja, seperti dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dimas Diajeng Jogja serta kegiatan kepariwisataan yang digelar Dinas Pariwisata DIY.
"Kami juga melakukan sharing ilmu dan etika serta budaya sesuai dengan yang ada di Ikatan Koko Cici Nasional," jelas Cici Jogja 2015 itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.