KESEHATAN LINGKUNGAN BANTUL : 340 Keluarga Jatimulyo Belum Memiliki MCK

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Selasa, 18 April 2017 15:20 WIB
KESEHATAN LINGKUNGAN BANTUL : 340 Keluarga Jatimulyo Belum Memiliki MCK

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X saat acara Peresmiaan Pemanfaatan Sarana Air Minum Program Pamsimas II se Kabupaten Bantul, di Dusun Kersan, Triwidadi, Pajangan, Bantul, Senin (21/3/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)

Kesehatan lingkungan di Bantul menghadapi masalah fasilitas MCK

 

Harianjogja.com, BANTUL--Sedikitnya 340 kepala keluarga (KK) miskin di Desa Jatimulyo belum memiliki fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang layak. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan MCK, mereka memakai sungai yang mengalir membelah desa.

Lurah Desa Jatimulyo, Gunarta mengatakan tahun ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bantul memberikan bantuan MCK ke 42 KK melalui program Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

"Kami berharap untuk tahun anggaran 2018 nanti, permasalahan MCK ini sudah selesai. Semua KK memiliki MCK sendiri," kata dia pada Senin (17/4/2017).

Menurutnya tidak hanya permasalahan sanitasi saja, sedikitnya 310 KK belum memiliki akses air bersih. Sehingga pada musim kemarau, masyarakat harus berjalan sejauh 1,5 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Tahun ini Dinas PMD Bantul memberikan bantuan sebesar Rp75 juta untuk pemasangan instalasi air bersih 42 KK di Jatimulyo. Dana tersebut masih ditambah dari swadaya masyarakat sebesar Rp80 juta. "Ini kami bor sedalam 76 meter dalam waktu 15 hari. Sedangkan untuk intalasinya memakan waktu satu bulan," ucap dia.

Saat ditemui dalam acara peresmian PAMSIMAS Jatimulyo, Anggota Komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifuddin, mengatakan ada 200 kelompok Pengelola Air Bersih (PAB) di seluruh wilayah Bantul yang masing-masing memiliki kurang lebih 50 anggota.

Sehingga masih ada ribuan warga Bantul yang belum memiliki akses air bersih. Tahun ini Dinas PMD Bantul menganggarkan Rp1 miliar untuk pembangunan instalasi air bersih. "Yang tahun lalu sudah dibor, tahun ini kami berikan dana untuk instalasinya," kata dia.

Amir berharap program PAMSIMAS ini akan mampu menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena nantinya akan akan dikelola oleh masyarakat sendiri. "Nanti untuk memanfaatkan airnya masyarakat akan dikenakan iuran yang dimanfaatkan untuk kas desa," ujar dia.

Sedangkan Bupati Bantul, Suharsono berjanji anggaran untuk sanitasi masyarakat tahun depan akan dinaikkan sehingga tidak ada masyarakat yang tidak memiliki fasilitas MCK. "Tentu akan dinaikkan. Jaman sudah maju kok masih di kebun," kata dia.

Berdasarkan data yang tercantum dalam website PAMSIMAS untuk kebutuhan air minum, secara nasional sampai dengan 2015 Indonesia baru mampu menyediakan akses yang layak bagi 68% dari total penduduk. Sedangkan untuk kebutuhan sanitasi dasar, Indonesia baru mampu menyediakan akses sanitasi layak bagi 60% dari total penduduk.

Program Pamsimas yang dilaksanakan pada 2016-2019 merupakan kelanjutan Program Pamsimas 2008-2015 dengan dua program utama yaitu (1) 100%-100% akses air minum dan sanitasi, dan (2) Sanitasi total berbasis masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online