NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Putri Melati Kusumaningrum dengan bisnis yang dikembangkannya (Holy Kartini N.S./JIBI/Harian Jogja)
Ekonomi kreatif kali ini memanfaatkan bahan yang ada di sekitar
Harianjogja.com, JOGJA -- Hobi membuat prakarya berbahan baku tepung dari sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, membuat Putri Melati Kusumaningrum, membuka usaha kerajinan clay yang diberi label Sisterclay. Kini, usaha yang telah memiliki delapan pegawai ini selalu laris dipesan untuk keperluan pernikahan, kelulusan maupun ulang tahun.
Putri, demikian biasa dia disapa mengatakan clay pertama yang dibuatnya terbuat dari tepung terigu. Berawal dari pernak-pernik unik dan menarik yang dijual di toko aksesoris, Putri lalu mencari tahu cara membuatnya.
"Lalu, saya mulai cari tahu cara bikinnya di internet. Bahannya, dari tepung terigu yang biasa dipakai buat kue oleh ibu. Dari coba-coba, akhirnya jadi gantungan kunci dan saya bawa ke sekolah," ujar Putri, Jumat (14/4/2017).
Sebuah gantungan kunci kala itu dijualnya dengan harga Rp25.000. Selepas lulus dari sekolah menengah atas pada 2010 lalu, Putri mengambil kuliah di Jogja. Meski hijrah dari Jakarta ke Jogja, usaha ini tetap dijalankan Putri. Bahkan, usaha ini tetap dijalankan ditengah kesibukannya menempuh kuliah di dua kampus berbeda.
Usaha yang dimodali dengan uang tabungan dan sebagian hasil penjualan gantungan kunci itu mulai merambah ke berbagai produk salah satunya clay frame. Clay frame berisi karakter-karakter lucu yang dibuat dengan menyesuaikan pesanan para pelanggan SisterClay.
"Pemesannya paling banyak mahasiswa, biasanya untuk bingkisan atau hadiah wisuda dan ulang tahun. Mama muda juga banyak, biasanya minta dibuatkan untuk anaknya yang masih bayi," ungkap Putri.
Promosi yang dilakukan Putri untuk produknya sebagian besar masih melalui sosial media seperti Instagram lalu didukung promosi melalui Line dan Whatsapp. Bahkan, kini bahan baku untuk produknya tidak lagi menggunakan tepung terigu dan lem, tetapi dari bahan khusus yang biasa dipakai untuk pembuatan keramik.
Harga per frame untuk ukuran tersebut dilego Rp230.000 dan untuk ukuran 20x25 sentimeter dijual seharga Rp250.000. Dalam sebulan, sedikitnya omzet yang diperoleh mahasiswi yang juga mengambil jurusan Manajemen di UPN Jogja ini mencapai Rp40 juta sampai lebih dari Rp70 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.