Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serukan anti radikalisme
Harianjogja.com, BANTUL--Gelar Apel Kebangsaan dan Istighosah Kubro, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serukan anti radikalisme.
Dalam apel yang digelar di Lapangan Paseban, Senin (24/4/2017) itu, Ketua Tanfidziyah Bantul Yasmuri menegaskan bahwa Nahdliyin menolak tegas segala bentuk kegiatan yang berujung pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu, Nahdliyin juga siap menegakkan kedaulatan dan keutuhan NKRI. “Nahdliyin juga siap menegakkan marwah serta tunduk pada fatwa Nahdlatul Ulama,” tegas Yasmuri.
Ditemui sebelum digelarnya apel itu, Yasmuri menjelaskan, NU memiliki tantangan yang lebih besar sebagai benteng pertahanan kesatuan bangsa. Pasalnya, upaya merongrong Pancasila sebagai dasar negara semakin hari semakin nampak sebagai gerakan yang cukup masif.
“Kami punya tanggungjawab besar melindungi bangsa ini dari pergerakan intoleransi dan memecah kesatuan umat,” ungkapnya.
Bantul yang 60% masyarakatnya didominasi oleh Nahdliyin, diakuinya rentan terkontaminasi paham radikal. Dia menilai masjid menjadi salah satu tempat yang menjadi sasaran oknum untuk menyebarkan faham tersebut kepada warga NU di wilayahnya.
Itulah sebabnya, sejak setahun terakhir, pihaknya telah melakukan penguatan kelembagaan serta pengelolaan di sejumlah masjid NU. Salah satunya dengan memberi prasasti atau plakat NU di masjid yang masih melakukan amaliyah ahlisunnah wal jamaah.
“Bukan mengkotak-kotakkan itu masjid NU atau bukan, tapi seperti yang dilakukan oleh MWC Pandak, masjid dengan prasasti NU itu menunjukkan bahwa amaliyah ahlisunnah wal jamaah masih terus dilakukan,” imbuh Yasmuri.
Terpisah, Bupati Bantul Suharsono memberikan apresiasi terhadap aksi PCNU itu. Ia menegaskan, melalui apel kebangsaan itu, PCNU bisa memberikan teladan kepada masyarakat luas agar bisa lebih saling menghormati dan menghargai apapun agama dan kepercayaannya. “NKRI harga mati. Masyarakat jangan terpecah belah,” tegasnya saat ditemui usai acara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.