Deretan payung yang disewakan oleh warga untuk digunakan sebagai tempat berteduh bagi wisatawan Pantai Parangtritis. Foto diambil Minggu (25/12/2016) siang. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Pedagang dadakan banyak bermunculan ketika libur panjang
Harianjogja.com, BANTUL--Pedagang dadakan banyak bermunculan ketika libur panjang seperti pada Sabtu (22/4/2017) hingga Senin (24/4/2017) ini. Biasanya mereka menggelar lapak dagangannya di depan hotel, losmen, restoran, ataupun rest area di sepanjang jalur wisata yang ramai wisatawan.
Salah satunya di depan Restoran Numani yang terletak di Jalan Parangtritis. Salah satu pedagang, Meisya mengatakan hanya menggelar lapak saat ada bis saja, artinya libur panjang dengan mayoritas rombongan wisatawan dari luar kota. Barang yang ia jajakan adalah kalung, gelang, dan bros.
Menurutnya saat libur panjang seperti ini, hasil penjualannya bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000. "Kalau hari biasa hanya Rp20.000 saja," kata dia.
Meisya berasal dari Tangerang dan datang ke Jogja bersama ayah dan ibunya yang juga penjual pernak-pernik di objek wisata. Ayahnya, berjualan celana dengan berkeliling. Sedangkan ibunya, Nani, juga berjualan sandal hias secara tetap di halaman parkir Restoran Numani.
Menurut Nani sejak dipindahkan dari teras restoran ke halaman parkir, pendapatannya agak berkurang. Namun saat libur panjang, barang yang ia jual cukup laku dibeli wisatawan luar kota. "Jualan di sini gratis sih. Saya hanya membayar untuk satpam saja sedikit," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: