Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Mbah Asih (kanan) menerima uba rampe Labuhan Merapi di Pendapa Kecamatan Cangkringan, Kamis (27/4/2017). (JIBI/Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari)
Uba rampe yang diterima juru kunci Gunung Merapi, Mbah Asih, ini disemayamkan semalam sebelum dilabuh
Harianjogja.com, SLEMAN—Uba rampe guna prosesi Labuhan Dalem Merapi 2017 telah diserahkan ke Pendapa Kecamatan Cangkringan, Kamis (26/4/2017). Uba rampe yang diterima juru kunci Gunung Merapi, Mbah Asih, ini disemayamkan semalam sebelum dilabuh.
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/04/27/labuhan-merapi-di-bawa-ke-pos-1-srimanganti-812874">Labuhan Merapi di Bawa ke Pos 1 Srimanganti
Uba rampe tersebut sebelumnya diarak abdi dalem dari Pendapa Kecamatan Cangkringan dan diserahkan kepada Camat Cangkringan. Setelah itu, diserahkan kembali kepada Mbah Asih atau Mas Kliwon Surakhasohargo untuk dibawa ke Kinarejo.
“Labuhan sekarang ini memohon kepada Tuhan agar wilayah Merapi dan sekitarnya bisa tenteram ayem dan selalu damai, tidak ada gejolak apapun, “ ujar Mbah Asih di Pendapa Kecamatan Cangkringan, Kamis.
Labuhan tahun ini merupakan labuhan alit dan tahapannya sama dengan tahun sebelumnya tanpa perubahan apapun. Setelah itu, akan dilakukan doa bersama tepat pada tengah malam pergantian hari setelah sebelumnya acara kenduri dan hiburan wayang kulit digelar. Mbah Asih mengatakan doa juga akan dikirimkan kepada leluhur agar tenteram di alam baka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.