TOWER BANTUL : Datangi Pansus, LO DIY Buka Wacana Pengaturan Menara Kamuflase

Arief Junianto
Arief Junianto Sabtu, 06 Mei 2017 18:20 WIB
TOWER BANTUL : Datangi Pansus, LO DIY Buka Wacana Pengaturan Menara Kamuflase

Menara telekomunikasi yang dibangun di Jalan Batikan, Umbulharjo, Jogja, tampak menerupai pohon kelapa, (Foto diambil Senin (5/9/2016) (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Tower Bantul mendapat perhatian LO DIY

Harianjogja.com, BANTUL--Tak hanya maraknya menara telekomunikasi ilegal saja yang menjadi sorotan, persoalan keberadaan menara kamuflase juga diwacanakan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang perubahan Perda Menara Telekomunikasi.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=758949">TOWER BANTUL : Lapor ke Pemkab, Warga tetap Didesak Investor

Wacana itu muncul saat rombongan Lembaga Ombudsman (LO) DIY mendatangi Pansus III Raperda tersebut, Jumat (5/5/2017). Dalam audiensi itu, mereka sempat menyinggung belum adanya poin khusus, baik dalam Perda maupun Peraturan Bupati (Perbup) terkait menara telekomunikasi berikut zona penempatannya.

Memang, dalam Perbup Nomor 61/2011 tentang zona penempatan menara telekomunikasi, menara kamuflase tidak diatur secara detail. Itulah sebabnya, LO DIY menilai Pansus III perlu mengusulkan dimasukkannya poin terkait menara kamuflase tersebut.

“Karena jumlah menara kamuflase di Bantul sekarang kami perhatikan sudah semakin banyak,” kata Imam Santoso, Komisioner LO DIY.

Salah satu poin penting, menurut Imam, adalah terkait pengaturan sempadan rebahan menara. Sejauh ini, Bantul hanya memiliki regulasi yang mengatur sempadan rebahan dari menara SUTET saja.

Sedangkan terkait dengan menara kamuflase, diakuinya belum ada. Padahal idealnya, jika dengan ketinggian menara kamuflase yang mencapai 20 meter, jarak bangunan dengan sempadan rebahan minimal 5 meter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online