Ribuan Wisatawan Saksikan Sabetan Pencak 4 Jam di Titik Nol Jogja

Sunartono
Sunartono Minggu, 30 Agustus 2026 05:47 WIB
Ribuan Wisatawan Saksikan Sabetan Pencak 4 Jam di Titik Nol Jogja

Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan wisatawan dan masyarakat memadati kawasan Titik Nol Kilometer Jogja untuk menyaksikan atraksi Sabetan Pencak dalam rangkaian Pencak Wisata Budaya (PWB) 2026, Sabtu (29/8/2026) malam.

Sabetan Pencak menjadi agenda pamungkas Festival Pencak Silat DIY 2026. Pertunjukan selama empat jam tersebut menampilkan laga antarpesilat, peragaan jurus, hingga aksi saling serang dan bertukar teknik yang dikemas secara atraktif, interaktif, serta sarat nilai budaya.

Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan pelestarian warisan budaya takbenda yang telah berlangsung sejak Kamis (27/8/2026).

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan Sabetan Pencak menjadi salah satu inovasi untuk memperkenalkan seni bela diri tradisional kepada generasi muda sekaligus meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan.

"Dan kita melihat ini di tahun 2026 yang terbaru adalah Sabetan Pencak. Ini adalah cara bagaimana generasi muda tertarik terhadap pencak silat," kata Dian.

Menurut Dian, konsep tersebut lahir dari kreativitas komunitas anak muda yang berupaya mengemas pencak silat agar lebih dekat dengan masyarakat urban sekaligus dunia pariwisata.

"Ini juga merupakan inisiatif teman-teman generasi mudanya sendiri, bagaimana mereka memaknai pencak silat secara menyenangkan. Tetapi juga bisa membawa hiburan untuk masyarakat," ujarnya.

Ia berharap ruang ekspresi melalui Pencak Wisata Budaya dapat terus digelar secara konsisten. Selain menjaga keberlanjutan budaya lokal, kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata DIY.

"Saya kira itu makna dan nilai penting dari festival pencak ataupun Pencak Wisata Budaya dari teman-teman Masuran Angkringan Silat," tutur Dian.

Regenerasi Pencak Silat

Kabid Pengembangan dan Pemeliharaan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dwi Agung Hernanto, mengatakan Pemprov DIY terus memberikan fasilitasi dan pendampingan terhadap penyelenggaraan Festival Pencak Silat bersama komunitas Pasatradisional Angkringan Silat.

"Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY secara konsisten melakukan pendampingan dan fasilitasi dengan Pasatradisional Angkringan Silat di Yogyakarta untuk melaksanakan Pentas Pesona Budaya Festival Pencak Silat tahun 2026," ujarnya.

Festival tahun ini menjadi pelaksanaan kelima dari transformasi Pencak Malioboro Festival yang sebelumnya diselenggarakan secara mandiri.

Menurut Dwi Agung, kolaborasi pemerintah dan komunitas memiliki peran penting dalam memperkuat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya leluhur yang telah diakui UNESCO sejak 12 Desember 2019.

"Pada aspek regenerasi, kita perlu menguatkan penanaman nilai pencak silat ini kepada anak muda, juga kreatif untuk pencak silat ini menjadi satu bagian penting yang dapat memperkuat Indonesia melalui proses pembinaan sejak dini di perguruan-perguruan silat," lanjutnya.

Ia menilai pengembangan seni bela diri tradisional membutuhkan inovasi agar tetap diminati generasi muda.

"Sebagaimana proses budaya yang berkembang, tentu kita perlu mencari formula-formula inovatif baru agar anak-anak muda semakin menyukai silat sebagai bagian tradisi yang harus dilestarikan."

Lebih Dekat dengan Wisatawan

Penyelenggara dari Paseduluran Angkringan Silat, Suryadi, mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam rangkaian Pencak Wisata Budaya 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para praktisi pencak silat serta perwakilan mahasiswa asing Universitas Gadjah Mada (UGM) yang turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan.

"Ada Pencak Wisata Budaya dari teman-teman luar negeri yang berkuliah di UGM yang terlaksana di Turi, Sleman. Kemudian ada workshop pencak silat yang berjalan dua hari dengan tertib dan lancar. Terima kasih bagi para guru-guru yang telah memberikan keilmuannya," paparnya.

Suryadi mengatakan pertunjukan di Titik Nol Kilometer Jogja menjadi salah satu suguhan yang memiliki konsep berbeda. Atraksi tersebut dikemas dalam format Sabetan Pencak selama empat jam.

"Juga yang pada malam hari ini akan kita sampaikan satu pertunjukan yang mungkin ini belum ada di Indonesia, yang kita beri nama Sabetan Pencak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas semua dukungan dan partisipasinya," tandasnya.

Rangkaian Festival Pencak Silat DIY 2026 dimulai pada 27 Agustus melalui agenda Pencak Wisata Budaya di Embung Kaliaji, Turi, Sleman.

Sejumlah kegiatan lain turut digelar, mulai dari sarasehan dan seminar silat di Gedung Inovasi dan Kreativitas UGM, lomba koreografi pencak silat, pencak anak, lomba mewarnai, hingga pameran bazar dan workshop di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret Jogja.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan atraksi jurus dan ketangkasan melalui Sabetan Pencak 4 Jam di Titik Nol Kilometer Jogja yang menarik perhatian ribuan wisatawan dan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online