Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Ilustrasi tawuran (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Penahanan dilakukan di Sampaan, Berbah saat kelompok tersebut dicurigai akan melakukan sweaping
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 23 suporter PSIM Jogja diamankan di Polres Sleman. Diindikasi suporter tersebut sengaja menunggu di titik tertentu untuk menyerang suporter Persis Solo pada Minggu (7/5/2017).
Kepala Polres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi Burkan Rudy mengatakan tidak ada indikasi pelanggaran pidana yang dilakukan oleh gerombolan tersebut. "Penahanan dilakukan di Sampaan, Berbah saat kelompok tersebut dicurigai akan melakukan sweeping,” ucapnya, Senin (8/5/2017). Kelompok tersebut akan melakukan sweeping dan berniat melempar batu pada pengendara dengan pelat AD, merujuk pada suporter Persis.
Burkan mengatakan dari pemeriksaan di grup sosial media di telepon selular diketahui jika ada komunikasi untuk mengetahui lokasi rombongan yang dituju. Menurut dia, merupakan hal yang aneh karena tim favorit tidak bertanding malam itu namun tetap mengerahkan suporter. Dari jumlah orang yang diamankan itu, sebanyak dua orang di antaranya masih berusia di bawah umur. Beberapa sengaja menyembunyikan atributnya meski belakangan mengaku sebagai suporter PSIM.
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Roni Arif, mengatakan kelompok tersebut berkomunikasi sepanjang perjalanan. Ikut disita pula 15 kendaraan bermotor yang diamankan di perempatan tersebut. Beberapa berkendara berpasangan namun ada pula yang berboncengan tiga dalam satu motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.